JAKARTA, ifakta.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan telah mendistribusikan 44.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau berkepanjangan.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama pengurus lingkungan melakukan pendataan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Sukendar, mengatakan pendataan dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan warga selama musim kemarau terpenuhi.
Iklan
“Pemerintah Kota Jakarta Selatan berkoordinasi dengan pengurus lingkungan sudah melakukan pendataan warga terdampak kekeringan dalam beberapa waktu terakhir,” kata Sukendar di Jakarta, Selasa.
Menurut Sukendar, distribusi air bersih merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur DKI Jakarta mengenai kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Setelah menerima data dari wilayah terdampak, BPBD Jakarta Selatan kemudian berkoordinasi dengan PAM Jaya. Kedua pihak bekerja sama menyediakan dan menyalurkan air bersih ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
Dalam waktu kurang dari sepekan, BPBD Jakarta Selatan telah mengirimkan 44.000 liter air bersih. Bantuan tersebut menjangkau 195 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam kelurahan dan 23 RT terdampak kekeringan.
Dari sejumlah wilayah tersebut, Jagakarsa menjadi daerah dengan jumlah warga terdampak paling banyak. Sebanyak 105 KK di wilayah tersebut mengalami kekurangan air bersih akibat kondisi kemarau.
“Hingga saat ini, warga terdampak terbanyak berada di wilayah Jagakarsa dengan total 105 KK yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau,” katanya.
BPBD Jakarta Selatan memastikan pemantauan terhadap kebutuhan air bersih warga akan terus dilakukan. Petugas akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pengurus lingkungan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.
Jika masih terdapat warga yang mengalami kekurangan air bersih, BPBD akan kembali menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
“Kami tegaskan bahwa kami siap apabila ada warga yang membutuhkan air bersih. Petugas BPBD juga siaga melayani masyarakat selama 24 jam,” ucapnya.
Menghadapi puncak musim kemarau, Sukendar juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau melakukan berbagai langkah antisipasi agar kondisi kekurangan air tidak berkembang menjadi krisis air bersih.
Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, warga di wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan PAM Jaya diminta memastikan sumur bor tetap berfungsi dengan baik.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air, terutama ketika kebutuhan meningkat selama musim kemarau.
“Kami mengajak seluruh warga untuk menghadapi musim kemarau ini dengan semangat gotong royong dan kesadaran tinggi demi menjaga ketersediaan air bersama,” kata dia.
(yes/fza)



