PEKALONGAN, ifakta.co – Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, hingga menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Api mulai berkobar pada Minggu (1/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga Senin (2/11), petugas masih berupaya menjinakkan titik-titik api yang tersisa di kawasan pembuangan sampah itu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran tersebut pada Selasa (3/11).

“Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare dan tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Berton dalam keterangannya, Selasa (3/11).

BNPB menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan telah melakukan koordinasi lintas sektor. Petugas melakukan asesmen untuk mengetahui dampak kejadian sekaligus melanjutkan upaya pemadaman.

Selain penanganan langsung di lokasi, pemerintah setempat mendirikan posko lapangan dan dapur umum. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Dinas Sosial turut terlibat dalam penyediaan fasilitas pendukung tersebut.

Bantuan logistik juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan personel yang bertugas serta masyarakat terdampak. Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan selama api belum sepenuhnya padam.

Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Aries Tri Hartanto menyampaikan dugaan awal tentang penyebab munculnya api. Menurutnya, gas metana yang terbentuk di kawasan TPA diduga berkaitan dengan kebakaran tersebut.

“Dugaan sementara, karena gas metana di TPA yang menyebabkan kebakaran,” kata Aries saat dihubungi wartawan pada Minggu malam.

Aries menerangkan, petugas gabungan dari sejumlah instansi segera bergerak setelah api diketahui muncul pada sekitar pukul 11.30 WIB. Saat kebakaran terjadi, tidak ada aktivitas pekerja di TPA.

“TPA yang terbakar sekitar 1,5 hektare, saat kejadian tidak ada aktivitas pekerja. Saat ini masih dilakukan upaya pemadaman di titik api yang masih muncul,” tutur Aries.

Dugaan gas metana belum dinyatakan sebagai penyebab pasti. Berdasarkan keterangan yang tersedia, penanganan kebakaran difokuskan pada pemadaman titik api dan pemenuhan kebutuhan petugas serta warga yang terdampak.

(rom/mby)