BANYUMAS, ifakta.co – Aksi pelemparan botol berisi bahan bakar minyak (BBM) mengusik ketenangan warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/11) dini hari. Rumah Warsito (60), mantan perangkat desa setempat, menjadi sasaran aksi yang diduga menggunakan bom molotov sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa tersebut menyebabkan bagian depan rumah korban mengalami kerusakan. Api membakar jendela yang berada di samping pintu utama. Selain itu, kobaran api juga merusak satu kursi milik Warsito.

Saat kejadian berlangsung, Warsito tengah beristirahat di dalam rumahnya. Namun, suara pecahan botol dari arah depan rumah mendadak membangunkannya. Ia kemudian mendapati kobaran api di bagian depan bangunan setelah seseorang melemparkan botol berisi BBM.

Warsito tidak mengetahui identitas orang yang melakukan pelemparan tersebut. Sementara itu, suara pecahan botol dan munculnya api mengundang perhatian warga di sekitar rumahnya.

Sejumlah warga segera mendatangi lokasi setelah mendengar keributan. Mereka kemudian berusaha membantu Warsito memadamkan api sebelum kobaran tersebut meluas ke bagian rumah lainnya.

Warga menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar lokasi. Mereka mengambil ember dan gayung untuk menyiram bagian rumah yang terbakar. Upaya bersama itu akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api.

“Saya terbangun setelah mendengar ada botol pecah dan terbakar.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung datang membantu memadamkan api menggunakan ember dan gayung,” ujar Warsito kepada Tribunbanyumas.com.

Setelah api berhasil padam, Warsito segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas setempat. Laporan itu kemudian diteruskan kepada jajaran Polsek Sumbang dan Polresta Banyumas agar petugas dapat menindaklanjuti dugaan aksi teror tersebut.

Tim gabungan dari Reskrim Polsek Sumbang dan Polresta Banyumas kemudian mendatangi rumah korban. Petugas melakukan pemeriksaan awal untuk mengumpulkan informasi mengenai peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu.

Hingga saat ini, polisi masih menjalankan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas orang yang melempar botol berisi BBM ke rumah Warsito. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari petunjuk yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.

Selain memeriksa lokasi, polisi meminta keterangan sejumlah saksi. Informasi dari korban dan warga sekitar menjadi bagian penting dalam penelusuran kronologi maupun kemungkinan identitas terduga pelaku.

Petugas juga berupaya mencari orang yang diduga berada di balik aksi tersebut. Namun, polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun memastikan motif pelemparan botol berisi BBM itu.

Sampai berita ini ditulis, penyidik masih mendalami dugaan pelemparan bom molotov terhadap rumah mantan perangkat Desa Kedungmalang tersebut. Polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai alasan seseorang menyasar rumah Warsito.

Peristiwa ini meninggalkan kerusakan pada bagian depan rumah, terutama jendela di samping pintu utama dan satu kursi milik korban. Meski warga berhasil memadamkan api dengan peralatan seadanya, kasus tersebut tetap memerlukan penanganan lebih lanjut dari kepolisian.

Polisi kini berfokus mengumpulkan keterangan saksi dan petunjuk dari lokasi kejadian. Penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku pelemparan serta motif di balik aksi yang mengusik ketenangan warga Kedungmalang.

(naf/lex)