JAKARTA, ifakta.co – Teh jasmine atau teh melati menjadi salah satu minuman yang banyak digemari karena aroma bunganya yang lembut dan rasanya yang menyegarkan. Minuman ini berasal dari daun teh yang dipadukan dengan bunga melati sehingga menghasilkan cita rasa khas sekaligus aroma yang menenangkan.

Umumnya, teh jasmine menggunakan teh hijau sebagai bahan dasar. Namun, sebagian produsen juga memanfaatkan teh hitam atau teh oolong sehingga karakter rasanya menjadi lebih kuat. Selain nikmat diminum saat hangat maupun dingin, teh jasmine juga mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi mendukung kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Kandungan Teh Jasmine

Khasiat teh jasmine berasal dari kombinasi daun teh dan bunga melati. Daun teh menyumbang berbagai zat gizi serta senyawa bioaktif yang penting bagi tubuh.

Iklan

Beberapa kandungan utama dalam teh jasmine meliputi:

  • Antioksidan katekin
  • Flavonoid
  • Theaflavin
  • L-theanine
  • Kafein
  • Mineral dalam jumlah kecil, seperti kalium dan magnesium

Kombinasi berbagai senyawa tersebut membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas sekaligus mendukung fungsi organ agar tetap optimal.

Manfaat Teh Jasmine bagi Kesehatan

1. Membantu menjaga kesehatan jantung

Salah satu manfaat teh jasmine yang banyak diteliti berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Kandungan antioksidannya membantu menekan peradangan sekaligus menjaga kadar kolesterol jahat dan trigliserida tetap terkendali. Dengan begitu, risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah dapat berkurang apabila konsumsi teh disertai pola hidup sehat.

2. Mendukung fungsi otak

L-theanine dan kafein bekerja saling melengkapi. Kafein membantu meningkatkan kewaspadaan, sedangkan L-theanine memberikan efek relaksasi tanpa menimbulkan rasa kantuk. Karena itu, banyak orang merasa lebih fokus ketika mengonsumsi teh jasmine sebelum bekerja atau belajar.

3. Membantu mengelola berat badan

Apabila menggunakan teh hijau sebagai bahan dasar, teh jasmine berpotensi membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Proses tersebut dapat mendukung pembakaran kalori sehingga cocok menjadi bagian dari pola hidup sehat. Namun, hasil terbaik tetap memerlukan olahraga rutin dan pola makan seimbang.

4. Menenangkan pikiran

Aroma melati memberikan sensasi relaksasi yang khas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aroma bunga melati dapat membantu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, sekaligus memberikan rasa tenang setelah menjalani aktivitas yang padat.

5. Menjaga kesehatan mulut

Katekin pada daun teh memiliki sifat antimikroba. Senyawa ini membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut maupun gigi berlubang. Oleh sebab itu, teh jasmine dapat menjadi salah satu pilihan minuman tanpa gula yang lebih ramah bagi kesehatan mulut.

6. Berpotensi melindungi sel otak

Antioksidan dalam teh jasmine diduga membantu mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak akibat pertambahan usia. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi teh dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson. Meski demikian, manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lanjutan pada manusia.

7. Membantu melawan radikal bebas

Kandungan flavonoid, katekin, dan antioksidan lainnya berperan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Perlindungan ini penting karena stres oksidatif berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.

8. Berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker

Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa antioksidan pada teh hijau dapat menghambat pertumbuhan sel abnormal. Meski hasil awal terlihat menjanjikan, para ahli masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan efektivitas teh jasmine dalam pencegahan kanker pada manusia.

Cara Menikmati Teh Jasmine

Cara penyeduhan ikut menentukan kualitas rasa maupun kandungan senyawa aktif di dalam teh.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:

  • Gunakan air bersuhu sekitar 80–90 derajat Celsius.
  • Seduh selama 3–5 menit agar rasa tetap seimbang.
  • Hindari penggunaan air mendidih karena dapat memengaruhi cita rasa.
  • Batasi tambahan gula agar manfaat kesehatannya tetap terjaga.
  • Simpan daun teh dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan kering supaya aroma melati tidak cepat hilang.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski menawarkan banyak manfaat, teh jasmine tetap mengandung kafein. Oleh karena itu, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein, ibu hamil, atau penderita gangguan lambung tertentu.

Asupan berlebihan dapat memicu keluhan seperti sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, lebih sering buang air kecil, hingga rasa tidak nyaman pada lambung. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikan teh jasmine sebagai minuman harian.

Secara keseluruhan, teh jasmine dapat menjadi pilihan minuman sehat berkat kandungan antioksidan, L-theanine, dan senyawa aktif lainnya. Jika dipadukan dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, serta gaya hidup sehat, minuman beraroma khas ini berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus memberikan efek relaksasi dalam aktivitas sehari-hari.

(naf/lex)

Iklan