JAKARTA, ifakta.co – Hot mat Pilates menjadi tren olahraga dengan suhu panas yang menawarkan tantangan kekuatan, fleksibilitas, dan kebugaran tubuh.
Olahraga kini tidak hanya mengejar intensitas tinggi. Banyak orang justru mencari latihan yang terasa menyenangkan dan mudah masuk ke rutinitas. Salah satu tren yang ikut menarik perhatian ialah hot mat Pilates.
Jenis latihan ini menggabungkan gerakan Pilates dengan suasana ruangan yang lebih panas. Karena itu, tubuh menghadapi tantangan tambahan selama sesi berlangsung. Keringat juga biasanya muncul lebih cepat.
Iklan
Namun, suhu panas juga membawa konsekuensi. Tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil. Karena itu, pemula perlu memahami cara kerja latihan ini sebelum ikut kelas.
Apa Itu Hot Mat Pilates?
Hot mat Pilates merupakan latihan Pilates yang berlangsung di atas matras dalam ruangan bersuhu panas. Kelas ini tetap memakai prinsip dasar Pilates, seperti kontrol gerakan, konsentrasi, pernapasan, keseimbangan, dan penguatan otot inti.
Beberapa studio memakai suhu sekitar 32–40 derajat Celsius. Namun, pengaturan suhu dapat berbeda pada setiap studio dan jenis kelas.
Sementara itu, Pilates biasa berlangsung pada suhu ruangan normal. Peserta tetap melakukan gerakan yang menargetkan otot inti, postur, keseimbangan, dan fleksibilitas.
Jadi, faktor pembeda utama bukan perubahan prinsip Pilates. Suhu ruanganlah yang memberi tantangan tambahan.
Kondisi panas juga dapat membuat tubuh lebih cepat berkeringat. Selain itu, suhu tinggi dapat meningkatkan beban tubuh selama latihan. Karena itu, sensasi hot mat Pilates biasanya terasa lebih intens daripada Pilates dalam ruangan biasa.
Mengapa Hot Mat Pilates Menarik Perhatian?
Tren hot mat Pilates tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Banyak orang kini mencari olahraga yang sekaligus menawarkan pengalaman sosial dan suasana kelas yang menarik.
Selain itu, media sosial ikut memperkenalkan berbagai jenis latihan kepada generasi muda. Konten tentang studio olahraga, pakaian latihan, gerakan Pilates, hingga suasana kelas membuat olahraga semakin mudah masuk ke dalam tren gaya hidup.
Namun, popularitas tidak selalu berarti satu olahraga cocok untuk semua orang. Setiap tubuh memiliki kemampuan dan toleransi terhadap panas yang berbeda.
Karena itu, seseorang sebaiknya memilih jenis latihan berdasarkan kondisi tubuh, bukan sekadar mengikuti tren.
Manfaat Hot Mat Pilates untuk Kebugaran
1. Melatih kekuatan otot inti
Pilates banyak menggunakan gerakan yang menuntut kontrol otot perut, punggung, panggul, dan area sekitar tubuh bagian tengah.
Latihan yang konsisten dapat membantu seseorang membangun kekuatan dan kontrol tubuh. Selain itu, kemampuan menjaga posisi tubuh juga dapat mendukung kualitas gerakan dalam aktivitas sehari-hari.
2. Membantu meningkatkan fleksibilitas
Gerakan Pilates menggabungkan peregangan dengan kontrol tubuh. Karena itu, latihan secara rutin dapat membantu seseorang meningkatkan kelenturan dan jangkauan gerak.
Suhu hangat juga dapat membuat tubuh terasa lebih nyaman saat melakukan beberapa gerakan.
3. Melatih keseimbangan dan koordinasi
Pilates membutuhkan kontrol tubuh yang cukup tinggi. Peserta harus mengatur posisi, pernapasan, dan gerakan secara bersamaan.
Karena itu, latihan dapat membantu kemampuan koordinasi. Seiring waktu, tubuh juga dapat semakin terbiasa menjaga keseimbangan ketika melakukan berbagai gerakan.
4. Membantu relaksasi
Pilates termasuk latihan yang menggabungkan gerakan fisik dengan konsentrasi dan pengaturan napas. Fokus tersebut dapat membuat seseorang lebih memperhatikan kondisi tubuh selama latihan.
Selain itu, aktivitas fisik secara umum dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga kesehatan mental. Suasana kelas yang tenang juga dapat membuat sebagian peserta merasa lebih rileks.
5. Memberikan variasi dalam rutinitas olahraga
Rutinitas olahraga terkadang terasa monoton. Karena itu, mencoba variasi baru dapat membuat seseorang lebih tertarik untuk tetap aktif.
Apakah Suhu Panas Membakar Kalori Lebih Banyak?
Klaim tentang pembakaran kalori sering muncul ketika orang membicarakan olahraga bersuhu panas. Tubuh memang harus bekerja untuk mengatur suhu ketika seseorang berolahraga dalam kondisi panas. Suhu panas dapat meningkatkan denyut jantung dan membuat tubuh lebih cepat berkeringat. Namun, banyaknya keringat tidak sama dengan banyaknya lemak yang terbakar.
Karena itu, jangan menganggap semakin banyak keringat berarti semakin efektif latihan tersebut untuk menurunkan berat badan.
Penurunan berat badan tetap membutuhkan keseimbangan antara asupan energi dan penggunaan energi. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, serta kebiasaan sehari-hari juga ikut berperan.
Jadi, seseorang sebaiknya memilih hot mat Pilates karena menyukai jenis latihannya. Jangan hanya mengejarnya karena ingin membakar kalori lebih banyak.
Apakah Hot Mat Pilates Aman untuk Pemula?
Pemula tetap dapat mencoba hot mat Pilates. Namun, faktor suhu membuat latihan ini membutuhkan perhatian lebih.
Olahraga dalam kondisi panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan gangguan akibat panas. Risiko tersebut dapat meningkat ketika seseorang belum terbiasa dengan suhu tinggi.
Karena itu, pemula sebaiknya mengikuti beberapa langkah berikut.
Pertama, mulai secara bertahap. Jangan langsung mengejar gerakan dengan intensitas tinggi. Beri kesempatan bagi tubuh untuk mengenal suhu dan pola latihan.
Kedua, cukupkan cairan. Minum air sebelum dan sesudah latihan. Saat sesi berlangsung, minum sesuai kebutuhan tubuh. American Heart Association juga menyarankan seseorang menjaga asupan cairan sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik.
Ketiga, gunakan pakaian yang nyaman. Pilih pakaian yang ringan dan membantu keringat menguap. Dengan begitu, tubuh dapat mengatur suhu secara lebih baik.
Keempat, jangan memaksakan gerakan. Ikuti kemampuan tubuh. Jika sebuah gerakan terasa terlalu berat, kurangi rentang gerak atau ambil waktu untuk beristirahat.
Kelima, pilih instruktur yang berpengalaman. Instruktur dapat membantu pemula memahami teknik dan menyesuaikan gerakan sesuai kemampuan.
Kenali Tanda Tubuh Mulai Kepanasan
Keringat memang umum muncul selama hot mat Pilates. Namun, peserta perlu membedakan keringat normal dengan tanda gangguan akibat panas.
Pusing, sakit kepala, mual, lemas, kram otot, atau rasa ingin pingsan perlu mendapat perhatian. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan latihan dan pindah ke tempat yang lebih sejuk.
Selain itu, jangan memaksakan diri hanya karena peserta lain masih mampu melanjutkan latihan.
Jika seseorang mengalami kebingungan, pingsan, kejang, atau suhu tubuh sangat tinggi, kondisi tersebut dapat mengarah pada keadaan darurat seperti heatstroke. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.
Orang dengan penyakit jantung, gangguan toleransi panas, riwayat gangguan akibat panas, atau kondisi kesehatan tertentu juga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba olahraga dalam ruangan panas.
(naf/lex)




