JAKARTA, ifakta.co – Pilates menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati karena menawarkan latihan yang aman sekaligus efektif untuk berbagai kelompok usia. Gerakannya memang terlihat sederhana.
Namun, setiap gerakan melibatkan kontrol tubuh, teknik pernapasan, dan konsentrasi yang baik sehingga mampu melatih hampir seluruh bagian tubuh.
Berbeda dengan latihan berintensitas tinggi, pilates termasuk olahraga low impact. Artinya, tekanan pada sendi relatif lebih ringan. Karena itu, olahraga ini cocok bagi pemula, lansia, hingga orang yang sedang menjalani pemulihan cedera dengan rekomendasi tenaga medis.
Iklan
Selain membantu meningkatkan kebugaran fisik, pilates juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Bahkan, latihan yang dilakukan secara rutin mampu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, sekaligus membantu mengurangi stres.
Jenis-Jenis Pilates
Pilates terbagi menjadi dua jenis utama. Keduanya sama-sama bertujuan memperkuat otot inti, tetapi menggunakan metode latihan yang berbeda.
1. Mat Pilates
Mat pilates dilakukan di atas matras dengan memanfaatkan berat badan sebagai beban latihan. Jenis ini paling banyak dipilih pemula karena gerakannya relatif mudah dipelajari dan tidak memerlukan banyak peralatan.
2. Reformer Pilates
Reformer pilates menggunakan alat khusus berupa mesin dengan pegas sebagai sumber resistensi. Latihan ini memberikan variasi gerakan yang lebih banyak sehingga sering digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot maupun mendukung proses rehabilitasi.
Dasar-Dasar Pilates
Pilates tidak hanya mengandalkan gerakan tubuh. Sebaliknya, olahraga ini menerapkan sejumlah prinsip yang menjadi fondasi setiap latihan.
Beberapa prinsip tersebut meliputi:
- Mengatur pernapasan secara terkontrol.
- Memusatkan konsentrasi pada setiap gerakan.
- Mengaktifkan otot inti sebagai pusat tenaga.
- Menjaga presisi gerakan.
- Mengontrol setiap perpindahan posisi tubuh.
- Membuat gerakan mengalir tanpa hentakan.
Melalui penerapan prinsip tersebut, latihan menjadi lebih efektif sekaligus membantu menekan risiko cedera.
Manfaat Pilates bagi Kesehatan
1. Membantu Mengurangi Stres
Pilates memadukan teknik pernapasan dan konsentrasi selama latihan. Kombinasi tersebut membantu tubuh menjadi lebih rileks serta menurunkan ketegangan mental. Selain itu, latihan secara rutin juga dapat membantu mengendalikan hormon stres sehingga suasana hati menjadi lebih baik.
2. Memperkuat Otot Inti
Pilates terkenal sebagai latihan yang efektif untuk memperkuat otot inti, termasuk otot perut, pinggang, panggul, dan punggung bawah. Otot inti yang kuat membantu tubuh tetap stabil saat berdiri, berjalan, maupun melakukan aktivitas harian.
3. Memperbaiki Postur Tubuh
Kebiasaan duduk terlalu lama sering membuat postur tubuh berubah menjadi membungkuk. Karena itu, pilates membantu melatih keseimbangan otot sehingga posisi tulang belakang menjadi lebih baik. Jika latihan dilakukan secara konsisten, postur tubuh akan tampak lebih tegak dan proporsional.
4. Meningkatkan Fleksibilitas
Setiap sesi pilates melibatkan peregangan dinamis yang membantu meningkatkan kelenturan otot dan rentang gerak sendi. Dengan demikian, tubuh terasa lebih ringan saat bergerak dan risiko kekakuan otot pun dapat berkurang.
5. Membantu Meredakan Nyeri Punggung Bawah
Otot inti yang kuat mampu menopang tulang belakang dengan lebih baik. Oleh sebab itu, pilates sering dimanfaatkan sebagai bagian dari latihan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri punggung bawah, terutama yang berkaitan dengan kelemahan otot dan postur tubuh.
Namun, seseorang yang baru menjalani operasi atau mengalami cedera sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai berlatih.
6. Mendukung Program Penurunan Berat Badan
Pilates memang tidak membakar kalori sebanyak olahraga kardio. Meski begitu, latihan ini tetap membantu meningkatkan massa otot, memperbaiki metabolisme, serta mengurangi lemak tubuh apabila dipadukan dengan pola makan bergizi dan aktivitas fisik lainnya.
7. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat
Selama latihan, setiap gerakan memerlukan fokus penuh. Kondisi tersebut membantu melatih konsentrasi sekaligus meningkatkan koordinasi antara otak dan tubuh. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti pilates berpotensi mendukung fungsi kognitif melalui peningkatan aliran darah ke otak.
8. Membantu Proses Pemulihan Cedera
Karena bersifat low impact, pilates sering menjadi bagian dari program rehabilitasi cedera pada beberapa kondisi muskuloskeletal. Meski demikian, latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang dan dilakukan di bawah pengawasan tenaga profesional.
Tips Memulai Pilates untuk Pemula
Lakukan beberapa langkah berikut saat memulai latihan.
- Pilih studio atau instruktur yang memiliki sertifikasi dan pengalaman.
- Sampaikan kepada instruktur apabila baru pertama kali mengikuti kelas.
- Mulailah dengan gerakan dasar sesuai kemampuan tubuh.
- Gunakan pakaian olahraga yang nyaman dan elastis agar leluasa bergerak.
- Lakukan pemanasan sebelum latihan apabila diperlukan.
- Jangan memaksakan gerakan yang terasa nyeri.
- Berlatih secara rutin sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu agar hasilnya lebih optimal.
Pilates dapat menjadi pilihan olahraga yang aman sekaligus menyenangkan bagi banyak orang. Meski demikian, ibu hamil, penderita penyakit jantung, orang dengan obesitas, maupun seseorang yang baru menjalani operasi atau mengalami cedera sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengikuti latihan.
Dengan persiapan yang tepat dan teknik yang benar, pilates dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
(naf/lex)



