JAKARTA, ifakta.co – Terasi menjadi salah satu bumbu yang lekat dengan masakan Nusantara. Bumbu fermentasi ini mampu menghadirkan rasa gurih dan aroma khas pada sambal, tumisan, hingga sejumlah hidangan lainnya.

Namun, terasi tidak hanya menawarkan cita rasa. Bahan yang umumnya berasal dari udang atau ikan kecil ini juga mengandung sejumlah nutrisi. Karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Meski begitu, terasi memiliki kandungan natrium yang perlu mendapat perhatian. Jadi, manfaatnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengonsumsi terasi secara berlebihan.

Iklan

Kandungan Gizi Terasi

Terasi berasal dari udang atau ikan kecil yang melalui proses penggilingan, pengeringan, dan fermentasi. Proses tersebut menghasilkan karakter rasa serta aroma yang kuat.

Dalam sekitar 5 gram terasi, terdapat sekitar 8 kalori. Jumlah tersebut juga mencakup sekitar 1,1 gram protein, 0,15 gram lemak, 0,5 gram karbohidrat, dan 0,13 gram serat.

Selain itu, terasi mengandung sejumlah mineral. Kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan seng termasuk beberapa mineral yang terdapat dalam bumbu tersebut. Terasi juga menyediakan vitamin B1 dan B3 dalam jumlah tertentu.

Dengan kandungan tersebut, terasi dapat memberikan tambahan nutrisi. Namun, porsinya biasanya kecil karena masyarakat menggunakan terasi sebagai bumbu, bukan sebagai sumber nutrisi utama.

Manfaat Terasi bagi Kesehatan

1. Mendukung kesehatan saluran cerna

Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa yang berpotensi mendukung keseimbangan mikroorganisme dalam usus. Karena itu, terasi dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan.

Namun, jumlah mikroorganisme baik dalam terasi dapat berbeda sesuai bahan dan proses produksinya. Jadi, jangan mengandalkan terasi sebagai sumber utama probiotik.

2. Membantu memenuhi kebutuhan mineral

Terasi menyediakan beberapa mineral penting, seperti kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan seng. Tubuh membutuhkan mineral tersebut untuk menjalankan berbagai fungsi.

Misalnya, kalsium dan fosfor membantu menjaga struktur tulang serta gigi. Sementara itu, zat besi mendukung pembentukan hemoglobin. Kalium juga berperan dalam fungsi otot dan saraf.

3. Mendukung kesehatan tulang dan gigi

Kalsium dan fosfor memiliki peran penting dalam mempertahankan kekuatan tulang dan gigi. Oleh sebab itu, terasi dapat menyumbang sebagian kecil kebutuhan mineral tersebut.

Akan tetapi, tubuh tetap membutuhkan sumber kalsium dan fosfor lain. Konsumsi ikan, susu, produk olahannya, kacang-kacangan, dan sayuran dapat melengkapi asupan harian.

4. Membantu memenuhi kebutuhan protein

Terasi mengandung protein yang berasal dari bahan dasar udang atau ikan. Protein membantu tubuh membangun serta memperbaiki jaringan.

Selain itu, tubuh menggunakan protein untuk mendukung pembentukan enzim, hormon, dan komponen sistem imun. Karena porsinya kecil, Anda tetap perlu mengonsumsi sumber protein lain, seperti telur, ikan, tahu, dan tempe.

5. Membantu mengontrol asupan makanan

Terasi memiliki kalori yang relatif rendah dalam porsi kecil. Kandungan proteinnya juga dapat memberikan tambahan rasa kenyang.

Namun, manfaat ini tidak berarti terasi dapat menurunkan berat badan secara langsung. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi kunci utama dalam mengelola berat badan.

Peringatan

Terasi memang dapat menjadi pelengkap makanan yang bernilai. Namun, Anda perlu memperhatikan jumlahnya karena bumbu ini mengandung natrium.

Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Karena itu, batasi penggunaan terasi, terutama jika Anda memiliki hipertensi, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.

Selain itu, orang dengan alergi udang atau makanan laut perlu berhati-hati. Reaksi alergi dapat muncul dalam bentuk gatal, ruam, mual, bengkak, hingga sesak napas. Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan konsumsi dan cari pertolongan medis.

Selanjutnya, pilih terasi dari produsen tepercaya. Pastikan produk memiliki izin edar yang sesuai dan kemasan dalam kondisi baik. Simpan pula terasi dalam wadah tertutup agar kualitasnya tetap terjaga.

Terakhir, gunakan terasi sebagai bumbu tambahan, bukan sumber nutrisi utama. Dengan begitu, Anda tetap dapat menikmati cita rasa khas terasi sambil menjaga pola makan tetap beragam dan seimbang.

(naf/lex)

Iklan