SEMARANG, ifakta.co – Mahasiswa PGSD PPG Calon Guru Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gelombang 1 Tahun 2026 menggelar sosialisasi menu makanan sehat untuk anak usia MPASI hingga SD. Proyek kepemimpinan ini berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di Balai Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Menyasar Ibu-ibu dan Warga Desa

Sosialisasi bertema “Piringku, Tumbuhkan Aku” ini mulai pukul 13.00 WIB. Sebanyak 26 orang hadir, terdiri atas ibu-ibu anggota TP PKK Desa Randugunting dan warga sekitar yang memiliki anak berusia 6 bulan (MPASI) hingga 12 tahun.

Sementara itu, kelompok mahasiswa yang menjalankan kegiatan ini beranggotakan Sulistyani Tri Rahmawati, Susetya Dwi Putra, Sylvia Az-Zahra Oktaviana, Syo’immatun Nisa’, Tarissa Destriana Putri, Temon Sri Rejeki, Titin Amelia, Tri Muliani, Veny Afiana, dan Viera Yulia Angganingrum.

Iklan

Gizi Anak Jadi Alasan Utama

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi orang tua tentang pentingnya gizi dan makanan sehat bagi anak. Selain itu, para mahasiswa melihat kebutuhan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui asupan yang tepat.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 19,8 persen. Angka itu masuk kategori sedang menurut standar internasional. Namun, gizi tetap menjadi faktor penting dalam tumbuh kembang anak, sehingga edukasi kepada keluarga perlu terus berjalan.

Belajar Menu Sehat lewat E-book

Mahasiswa PGSD PPG Calon Guru Universitas Negeri Semarang (UNNES) Gelombang 1 Tahun 2026 (Foto: Dok. UNNES/ifakta.co)

Pertama, peserta mengisi pretest untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang makanan sehat dan gizi anak. Setelah itu, peserta menyimak materi pola makan bergizi seimbang, pemilihan bahan makanan, dan alternatif menu sehat melalui e-book “Piringku, Tumbuhkan Aku”.

Selanjutnya, peserta memindai barcode pada materi sosialisasi untuk membuka e-book. Dengan cara ini, para ibu bisa mengakses ulang isinya kapan saja dan memakainya sebagai panduan di rumah. E-book ini memuat menu makanan utama, camilan pendamping makan untuk anak MPASI, beserta informasi gizinya. Tim mahasiswa mengambil informasi gizi tersebut dari berbagai menu Kemenkes dan buku KIA.

Selain materi menu dan kandungan gizi, mahasiswa menjelaskan cara menyimpan makanan dengan tepat. Kuis berhadiah juga ikut menjaga semangat peserta. Hasilnya, sosialisasi berjalan lancar berkat antusiasme para peserta.

Pengetahuan Warga Meningkat

Setelah sosialisasi, peserta mengisi posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan mereka setelah menerima materi. Kemudian, peserta mengisi angket minat untuk menyampaikan ketertarikan terhadap e-book dan kesediaan menerapkan informasi serta menu sehat tersebut.

Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan warga. Nilai posttest naik rata-rata 21,4 poin dibandingkan pretest, atau 29,8 persen. Di samping itu, respons terhadap e-book sangat positif: persentase setiap pernyataan angket berada pada kisaran 93,3 hingga 96,2 persen. Angka itu menggambarkan antusiasme ibu-ibu warga dan TP PKK Randugunting terhadap pemberian makanan dan camilan sehat, serta upaya mengurangi camilan tinggi gula, garam, atau lemak.

Harapan ke Depan

Para mahasiswa berharap warga tidak berhenti pada penambahan wawasan, tetapi langsung menerapkannya dalam keluarga di rumah. Pada akhirnya, mereka berharap sosialisasi ini melahirkan kader yang mampu menyebarkan pengetahuan tentang menu makanan dan camilan sehat dan bergizi sesuai sumber daya di sekitar mereka, demi mendukung tumbuh kembang anak.

Referensi

Kemenkes. (2025). Potret Stunting di Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-stunting-di-indonesia/. Tanggal akses: Rabu, 16 September 2026.

(ris/my)

Iklan