JAKARTA, ifakta.co – Smartwatch kini bukan sekadar aksesori untuk menunjukkan waktu. Perangkat yang menempel pada pergelangan tangan ini juga menawarkan berbagai fitur untuk memantau kondisi tubuh.

Mulai dari jumlah langkah, detak jantung, aktivitas olahraga, hingga pola tidur bisa masuk dalam catatan harian. Karena itu, smartwatch dapat membantu seseorang mengenali kebiasaan tubuh secara lebih teratur.

1. Membantu Memantau Aktivitas Harian

Kebiasaan duduk terlalu lama dapat membuat seseorang kurang bergerak sepanjang hari. Smartwatch dapat membantu pengguna melihat seberapa aktif mereka melalui jumlah langkah, durasi aktivitas, atau waktu bergerak.

Iklan

Selain itu, beberapa perangkat memberikan pengingat ketika pengguna terlalu lama duduk. Notifikasi sederhana tersebut dapat mendorong seseorang untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan.

Dengan begitu, smartwatch dapat membantu membangun kebiasaan bergerak secara lebih konsisten.

2. Memantau Detak Jantung

Salah satu fitur yang paling umum pada smartwatch adalah pemantauan detak jantung. Sensor tertentu menggunakan teknologi photoplethysmography atau PPG untuk membaca perubahan aliran darah melalui cahaya.

Pengguna dapat melihat perubahan denyut jantung saat beristirahat maupun ketika berolahraga. Beberapa perangkat juga dapat memberikan peringatan ketika sistem mendeteksi pola denyut yang tidak biasa.

Namun, jangan langsung menyimpulkan adanya penyakit jantung hanya berdasarkan satu angka. Jika perangkat memberikan peringatan berulang atau Anda mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak, pusing, atau jantung berdebar, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.

Smartwatch dapat memberikan informasi awal yang berguna bagi dokter. AHA juga menyarankan pengguna memberi tahu tenaga kesehatan jika perangkat wearable menunjukkan irama jantung yang tidak normal.

3. Membantu Mengevaluasi Pola Tidur

Tidur yang cukup menjadi bagian penting dari kesehatan. Karena itu, fitur pelacakan tidur dapat membantu pengguna mengenali kebiasaan istirahatnya.

Smartwatch tertentu dapat mencatat durasi tidur dan berbagai parameter lain. Pengguna kemudian dapat melihat pola tersebut melalui aplikasi pendamping.

Data itu dapat membantu Anda menyadari kebiasaan tidur yang kurang teratur. Selanjutnya, Anda bisa memperbaiki jam tidur dan rutinitas sebelum tidur.

4. Membantu Mengatur Target Olahraga

Smartwatch juga dapat menjadi alat bantu ketika seseorang menjalankan rutinitas olahraga. Perangkat dapat mencatat durasi latihan, jarak, langkah, dan detak jantung selama aktivitas tertentu.

Selain itu, pengguna bisa membuat target pribadi. Misalnya, seseorang ingin berjalan lebih banyak atau meningkatkan durasi latihan secara bertahap.

Catatan tersebut membuat perkembangan latihan lebih mudah terlihat. Bahkan, sebuah analisis yang terbit pada 2026 menemukan bahwa aplikasi dan perangkat wearable dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik pada orang dengan penyakit kardiovaskular. Namun, penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan dan tidak otomatis berlaku untuk semua kondisi kesehatan.

5. Memantau Saturasi Oksigen

Beberapa smartwatch memiliki sensor untuk memperkirakan saturasi oksigen atau SpO2. Fitur ini dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi tubuh.

Namun, pengguna perlu memahami bahwa hasil smartwatch tidak selalu sama dengan hasil alat medis. Posisi perangkat, gerakan tubuh, kualitas sensor, dan kondisi kulit dapat memengaruhi pembacaan.

6. Membantu Mengenali Perubahan Irama Jantung

Sejumlah smartwatch memiliki fitur EKG atau ECG satu sadapan. Fitur tersebut dapat merekam aktivitas listrik jantung dalam kondisi tertentu.

Teknologi ini memiliki potensi membantu mendeteksi pola yang mengarah pada gangguan irama, termasuk fibrilasi atrium atau AFib. AHA menjelaskan bahwa wearable heart monitor dapat membantu menemukan AFib.

7. Membantu Mengelola Stres

Beberapa smartwatch juga menawarkan fitur pemantauan stres. Sistem biasanya memanfaatkan data seperti perubahan denyut jantung untuk memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh.

Ketika sistem mendeteksi tanda tertentu, perangkat dapat mengajak pengguna melakukan latihan pernapasan. Aktivitas tersebut dapat menjadi pengingat untuk berhenti sejenak ketika seseorang menghadapi hari yang padat.

8. Mendorong Kebiasaan Bergerak

Target harian dapat membuat aktivitas fisik terasa lebih terukur. Pengguna bisa menentukan target langkah atau durasi aktivitas sesuai kemampuan.

Kemudian, smartwatch akan mencatat perkembangan tersebut sepanjang hari. Pencatatan ini dapat memberikan gambaran mengenai konsistensi aktivitas.

9. Menyimpan Riwayat Data Kesehatan

Smartwatch biasanya dapat terhubung dengan aplikasi kesehatan pada ponsel. Hasil pemantauan kemudian tersimpan dalam bentuk catatan harian atau mingguan.

Riwayat tersebut dapat membantu pengguna melihat perubahan kebiasaan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, data tertentu juga dapat menjadi informasi tambahan ketika seseorang berkonsultasi dengan dokter.

AHA menilai integrasi data dari berbagai perangkat dan aplikasi menjadi salah satu tantangan penting dalam pemanfaatan wearable untuk kesehatan.

Karena itu, pengguna juga perlu memperhatikan keamanan dan privasi data kesehatan yang tersimpan dalam aplikasi.

10. Membantu Pemantauan Kesehatan Jangka Panjang

Smartwatch dapat membantu seseorang mengumpulkan data kesehatan secara rutin. Catatan tersebut mencakup aktivitas fisik, detak jantung, tidur, dan parameter lain sesuai kemampuan perangkat.

Pola jangka panjang terkadang lebih berguna daripada satu hasil pengukuran. Perubahan yang terus muncul dapat menjadi alasan bagi pengguna untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Smartwatch Bukan Pengganti Pemeriksaan Dokter

Kemudahan teknologi membuat pemantauan kesehatan terasa lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut tidak berarti pengguna dapat menggantikan pemeriksaan medis dengan smartwatch.

Misalnya, EKG standar menggunakan sejumlah elektroda pada dada dan anggota tubuh untuk merekam aktivitas listrik jantung secara lebih lengkap. Dokter kemudian membaca hasil pemeriksaan tersebut bersama riwayat kesehatan dan keluhan pasien.

Sebaliknya, smartwatch tertentu hanya menghasilkan rekaman satu sadapan. AHA juga menegaskan bahwa algoritme dan sinyal dari perangkat wearable memiliki keterbatasan untuk menetapkan diagnosis AFib secara mandiri.

Karena itu, gunakan smartwatch sebagai alat bantu untuk mengenali pola kesehatan. Simpan hasil yang terasa tidak biasa dan sampaikan kepada dokter jika muncul keluhan atau peringatan berulang.

(naf/lex)

Iklan