JAKARTA, Ifakta.co — Cadillac tak mau sekadar menjadi penghias grid Formula 1. Tim yang baru menjalani debutnya musim ini itu mulai memperkuat fondasi teknis dengan merekrut sejumlah personel dari tim-tim papan atas, termasuk Red Bull, Ferrari dan Mercedes.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan jangka panjang Cadillac. Pada 24 September 2026, Cadillac mengumumkan perubahan dalam jajaran kepemimpinan teknis yang akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Sedikitnya tiga sosok dari tim rival dijadwalkan bergabung.

Rekrutmen tersebut mencakup personel yang berasal dari Red Bull, Ferrari, dan Mercedes, sebagai bagian dari upaya Cadillac membangun struktur teknis yang lebih kuat.

Iklan

Bagi Cadillac, masuk ke Formula 1 bukan sekadar soal memiliki mobil dan pembalap di lintasan. Tim tersebut kini mulai membangun organisasi teknis yang diharapkan mampu menopang perkembangan performa dalam jangka panjang.

Cadillac memang masih berada dalam fase awal sebagai pendatang baru. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting sebelum tim tersebut membidik persaingan yang lebih tinggi di grid.

Pengalaman dari tim-tim yang sudah lama berada di Formula 1 menjadi modal penting. Rekrutmen personel dari Red Bull, Ferrari dan Mercedes menunjukkan upaya Cadillac mengumpulkan pengalaman teknis dari berbagai lingkungan kompetitif di paddock.

Targetnya jelas: membangun fondasi terlebih dahulu, kemudian mengejar performa. Cadillac menyatakan pembangunan struktur yang kokoh diharapkan dapat membuka jalan bagi mereka untuk secara bertahap mendekati barisan depan seiring bertambahnya pengalaman di Formula 1.

Bagi tim baru, perjalanan menuju papan atas tentu bukan proses instan. Namun, dengan memperkuat jajaran teknis dan menarik personel berpengalaman dari rival, Cadillac mulai menunjukkan bahwa proyek Formula 1 mereka dipersiapkan untuk jangka panjang, bukan sekadar memenuhi jumlah peserta di grid.

(Jojo)

Iklan