JAKARTA, ifakta.co – Kakao tidak hanya menjadi bahan utama dalam pembuatan cokelat. Biji Theobroma cacao juga mengandung sejumlah zat gizi dan senyawa bioaktif yang menarik perhatian dalam penelitian kesehatan.
Kandungan Kakao
Kakao mengandung berbagai nutrisi yang mendukung fungsi tubuh. Serat membantu menjaga fungsi pencernaan. Sementara itu, magnesium dan kalium berperan dalam berbagai proses tubuh.
Yang paling menarik, kakao memiliki polifenol, terutama flavonoid. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.
Iklan
Selain itu, kakao mengandung teobromin dan sedikit kafein. Kedua senyawa tersebut dapat memberikan efek stimulasi ringan.
Manfaat Kakao bagi Kesehatan
1. Membantu menjaga fungsi otak
Flavonoid dalam kakao berpotensi mendukung kesehatan otak. Senyawa tersebut dapat membantu menjaga aliran darah, termasuk menuju jaringan otak.
Karena itu, konsumsi kakao dalam jumlah wajar berpotensi mendukung fungsi kognitif. Namun, manfaat ini tidak berarti kakao dapat mencegah demensia secara langsung. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efek jangka panjangnya.
2. Membantu menjaga tekanan darah
Kakao kaya akan flavonoid yang dapat mendukung fungsi pembuluh darah. Senyawa tersebut berhubungan dengan peningkatan produksi oksida nitrat dalam tubuh.
Selanjutnya, oksida nitrat membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks. Kondisi tersebut dapat mendukung aliran darah dan membantu menjaga tekanan darah.
Meski begitu, kakao bukan pengganti obat hipertensi. Orang dengan tekanan darah tinggi tetap perlu mengikuti anjuran dokter.
3. Mendukung kesehatan jantung
Manfaat kakao juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Kandungan flavonoidnya dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah.
Selain itu, beberapa penelitian mengaitkan konsumsi cokelat hitam dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik. Namun, hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menjadikan kakao sebagai terapi penyakit jantung.
Karena itu, konsumsi kakao sebaiknya tetap berjalan bersama pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
4. Membantu mengendalikan gula darah
Kakao murni memiliki kandungan polifenol yang berpotensi mendukung sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa. Serat dalam kakao juga dapat membantu memperlambat proses pencernaan.
Namun, manfaat tersebut berbeda dari efek produk cokelat yang mengandung banyak gula. Karena itu, penderita diabetes perlu memperhatikan jenis dan jumlah produk kakao yang mereka konsumsi.
5. Mendukung suasana hati
Kakao juga dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati. Kandungan teobromin dan kafein dapat meningkatkan kewaspadaan. Sementara itu, pengalaman menikmati cokelat juga dapat memberikan efek menyenangkan bagi sebagian orang.
6. Membantu memenuhi kebutuhan mineral
Kakao mengandung beberapa mineral penting, terutama magnesium, zat besi, kalium, dan kalsium. Tubuh membutuhkan mineral tersebut untuk menjalankan berbagai fungsi.
Magnesium, misalnya, berperan dalam fungsi otot dan saraf. Sementara itu, zat besi membantu pembentukan hemoglobin. Karena itu, kakao dapat menjadi salah satu sumber mineral dalam pola makan beragam.
7. Mendukung kesehatan kulit
Senyawa antioksidan dalam kakao berpotensi membantu melindungi sel dari tekanan oksidatif. Selain itu, flavonoid juga dapat mendukung aliran darah.
8. Membantu menjaga berat badan
Kakao murni mengandung serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang. Karena itu, produk kakao dengan sedikit tambahan gula dapat menjadi bagian dari pola makan yang terkontrol.
Sebaliknya, cokelat dengan banyak gula dan lemak dapat meningkatkan asupan kalori. Jadi, jenis produk dan porsinya tetap menentukan dampaknya terhadap berat badan.
9. Berpotensi melindungi sel dari kerusakan
Polifenol dalam kakao memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini membantu tubuh menghadapi radikal bebas yang dapat menyebabkan tekanan oksidatif pada sel.
Sejumlah penelitian juga meneliti potensi polifenol kakao dalam menghambat proses yang berkaitan dengan kerusakan sel. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menyatakan kakao sebagai makanan pencegah kanker.
10. Berpotensi mendukung saluran pernapasan
Kakao mengandung teobromin yang memiliki efek berbeda dari kafein. Sejumlah penelitian telah meneliti potensi senyawa tersebut dalam membantu mengurangi refleks batuk.
Perhatikan Jenis dan Porsinya
Kakao memang menawarkan berbagai zat gizi dan senyawa bioaktif. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada bentuk produk yang dikonsumsi.
Pilih bubuk kakao tanpa banyak tambahan gula jika ingin memasukkannya ke dalam menu harian. Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi juga dapat menjadi pilihan.
Sebaliknya, batasi cokelat yang mengandung gula, susu, dan lemak tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori.
Selain itu, sebagian orang mungkin sensitif terhadap kafein atau senyawa tertentu dalam kakao. Karena itu, perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.
(naf/lex)



