JAKARTA, ifakta.co – Demam yang tidak kunjung turun perlu mendapat perhatian, terutama jika muncul bersama sakit perut dan tubuh terasa sangat lemas. Kondisi tersebut bisa menandakan demam tifoid atau tipes.

Tipes muncul akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh melalui makanan atau air yang tercemar. Setelah masuk melalui saluran pencernaan, bakteri dapat berkembang dan masuk ke aliran darah.

Gejala tipes dapat muncul secara bertahap. Intensitasnya juga bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, seseorang tidak selalu mengalami seluruh gejala yang sama.

Iklan

Pada tahap awal, keluhan tipes juga dapat menyerupai penyakit lain. Demam, sakit kepala, lemas, atau gangguan pencernaan misalnya, bisa muncul pada berbagai infeksi. Oleh sebab itu, pemeriksaan dokter tetap penting untuk memastikan penyebabnya.

Gejala Tipes yang Perlu Anda Kenali

Demam menjadi salah satu tanda tipes yang paling umum. CDC menyebut demam dapat mencapai 39–40 derajat Celsius dan biasanya berlangsung lebih dari tiga hari.

Selain demam, beberapa keluhan lain dapat muncul, antara lain:

  • tubuh terasa lemah;
  • sakit kepala;
  • sakit perut;
  • mual;
  • nafsu makan menurun;
  • sembelit atau diare;
  • batuk;
  • rasa tidak nyaman pada tubuh;
  • ruam pada sebagian pasien.

Gejala tersebut dapat berkembang seiring perjalanan infeksi. Namun, tidak semua pasien akan mengalami pola yang sama.

Pada sebagian kasus, pasien juga dapat mengalami gangguan kesadaran atau kebingungan ketika infeksi berkembang menjadi berat. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Kapan Gejala Tipes Bisa Menjadi Serius?

Tipes tanpa pengobatan dapat berlangsung selama berminggu-minggu. Infeksi yang tidak tertangani juga dapat menimbulkan komplikasi serius.

Karena itu, jangan menganggap demam sebagai keluhan ringan jika kondisinya terus bertahan. Apalagi jika pasien mulai mengalami sakit perut yang berat, muntah terus-menerus, atau perut membengkak.

Beberapa komplikasi dapat menyerang saluran pencernaan. Perdarahan dan perforasi atau lubang pada usus termasuk komplikasi berat yang dapat terjadi pada kasus tertentu.

Selain itu, infeksi berat dapat memengaruhi kondisi tubuh secara luas. Pasien juga dapat mengalami gangguan kesadaran dan kondisi serius lainnya.

Segera cari pertolongan medis jika demam berlangsung lebih dari beberapa hari dan kondisi tubuh semakin memburuk. Jangan menunggu sampai muncul komplikasi.

Bagaimana Dokter Menangani Tipes?

Dokter dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan gejala dan kondisi pasien. Pemeriksaan laboratorium juga dapat membantu memastikan diagnosis. WHO menyebut pemeriksaan darah dapat membantu mengonfirmasi infeksi tipes.

Jika dokter memastikan infeksi Salmonella Typhi, dokter dapat memberikan antibiotik. Jenis obat dan lama penggunaannya perlu mengikuti kondisi pasien serta pertimbangan tenaga kesehatan.

Jangan membeli atau mengonsumsi antibiotik secara sembarangan. Bakteri penyebab tipes kini menghadapi masalah resistansi terhadap sejumlah antibiotik. Kondisi tersebut dapat membuat pengobatan menjadi lebih sulit.

Karena itu, konsumsi antibiotik sesuai resep. Jangan menghentikan obat hanya karena demam sudah turun atau tubuh mulai terasa lebih baik.

Selain obat, pasien juga perlu menjaga asupan cairan dan nutrisi. Dokter dapat menyarankan perawatan tambahan sesuai kondisi pasien.

Kapan Pasien Membutuhkan Perawatan Rumah Sakit?

Tidak semua pasien tipes membutuhkan rawat inap. Namun, kondisi tertentu memerlukan pengawasan lebih dekat dari tenaga kesehatan.

Muntah terus-menerus, diare berat, dan perut membengkak termasuk tanda yang perlu mendapat perhatian. WHO juga mencatat pasien dengan kondisi tersebut dapat membutuhkan perawatan rumah sakit dan pemberian obat melalui jalur lain.

Selain itu, pasien perlu segera mencari pertolongan jika muncul kebingungan, penurunan kesadaran, nyeri perut berat, atau tanda perdarahan.

Semakin cepat pasien memperoleh penanganan, semakin besar peluang dokter mencegah komplikasi serius. CDC juga menyebut pengobatan antibiotik yang tepat waktu dapat membantu menurunkan risiko komplikasi dan kematian.

Jangan Abaikan Risiko Kambuh

Perbaikan gejala tidak selalu berarti bakteri sudah sepenuhnya hilang. Sebagian pasien dapat mengalami kekambuhan setelah menjalani pengobatan.

CDC mencatat sekitar 10 persen pasien dengan pengobatan yang tidak memadai dapat mengalami kekambuhan. Kondisi tersebut umumnya muncul satu hingga tiga minggu setelah pemulihan awal.

Selain itu, sebagian orang dapat tetap membawa bakteri Salmonella Typhi dalam tubuh meski gejalanya sudah menghilang. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang menularkan bakteri kepada orang lain.

Karena itu, ikuti seluruh arahan dokter selama masa pemulihan. Jaga kebersihan tangan dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum menyiapkan makanan.

Jika Anda mengalami demam berkepanjangan bersama sakit perut, lemas, sakit kepala, diare, atau sembelit, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan. Penanganan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

(naf/lex)

Iklan