JAKARTA, ifakta.co – Gemuruh antusiasme menyambut salah satu ikon musik global, Kanye West, atau yang kini akrab disapa Ye, semakin menggema di Ibu Kota. Namun, di balik megahnya panggung dan lantunan hit-hit mendunia yang siap menggemparkan puluhan ribu penggemar, tersimpan potensi perputaran roda ekonomi yang tak kalah fantastis.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, optimistis bahwa konser Kanye West yang akan digelar bersamaan dengan Jakarta Running Festival (JRF) akan menjadi pemicu gelombang rupiah hingga ratusan miliar.

“Menurut saya akan lebih dari Rp 150 miliar,” tegas Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Kamis (1/10/2026).

Iklan

Angka yang sangat menggiurkan ini bukan sekadar estimasi belaka. Keyakinan sang Gubernur didasari oleh satu faktor penentu: gelombang kedatangan penonton dari luar DKI Jakarta yang diprediksi akan membanjiri Ibu Kota, khusus untuk menyaksikan event akbar ini.

Pramono Anung secara lugas mengungkapkan betapa tingginya antusiasme masyarakat terhadap konser Ye. “Yang lebih luar biasa adalah konser Ye ini hampir 50 persen orang yang hadir, yang datang, adalah dari luar,” ujarnya, menyoroti daya tarik konser yang tak hanya memikat warga Ibu Kota, tetapi juga menjangkau jauh melampaui batas-batas wilayah DKI Jakarta.

Ini berarti, hampir separuh dari total penonton adalah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang secara khusus datang ke Jakarta demi menyaksikan penampilan rapper legendaris tersebut. Keunikan lain yang menjadikan konser ini istimewa adalah statusnya sebagai satu-satunya perhelatan berskala kawasan Asia Tenggara dan Oseania. “Karena memang ini adalah konser yang untuk kawasan Asia Tenggara dan juga Oseania ini hanya satu-satunya ada di Jakarta. Sehingga antusiasmenya cukup tinggi sekali,” jelas Pramono.

Kedatangan puluhan ribu orang dari luar Jakarta tentu akan memicu efek domino yang sangat positif bagi perekonomian lokal. Sektor pariwisata akan melonjak, mulai dari okupansi hotel yang penuh, peningkatan penggunaan transportasi publik dan daring, hingga ramainya gerai kuliner dan toko oleh-oleh. Perputaran uang ini tak hanya dinikmati oleh korporasi besar penyelenggara, namun juga UMKM lokal yang turut terlibat dalam ekosistem acara.

Menambah potensi perputaran ekonomi yang sudah besar, konser Kanye West juga akan digelar berbarengan dengan Jakarta Running Festival (JRF) yang berlangsung selama dua hari. Kombinasi dua event besar ini diperkirakan akan menciptakan sinergi yang luar biasa, menarik lebih banyak pengunjung dan peserta dari berbagai latar belakang. Jika konser Ye memikat penikmat musik, JRF akan menarik para pegiat olahraga dari seluruh penjuru.

“Saya memperkirakan dampak ekonomi dari rangkaian kegiatan tersebut akan lebih dari Rp 150 miliar,” kata Pramono. Angka ini adalah proyeksi awal yang bahkan bisa terlampaui, mengingat skala dan antusiasme tinggi untuk kedua event tersebut.

Optimisme Gubernur Pramono Anung bukan tanpa dasar kuat. Ia membandingkan potensi dampak ekonomi konser Kanye West dengan beberapa acara musik sukses yang telah lebih dulu menghiasi kalender event Jakarta. Sebagai contoh, konser The Weeknd yang berlangsung selama dua hari dan festival musik Pestapora selama tiga hari, berhasil mencatat perputaran ekonomi langsung sekitar Rp 250 miliar.

Melihat “ukuran” dan jumlah orang yang terlibat serta antusiasme terhadap konser Ye, Pramono Anung yakin bahwa dampaknya tidak akan kalah, bahkan bisa lebih besar. “Karena size, ukuran, dan jumlah orang yang terlibat dan sekaligus peserta, ataupun orang yang antusias terhadap kegiatan ini dibandingkan dengan The Weeknd dan Pestapora menurut saya (konser Kanye West) tidak kalah,” pungkasnya.

Konser Kanye West yang dijadwalkan akan menggebrak Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 Oktober mendatang, bukan hanya sekadar tontonan hiburan semata. Ia adalah katalisator ekonomi, magnet pariwisata, dan panggung bagi Jakarta untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kota metropolitan kelas dunia yang mampu menggelar event-event berskala internasional. Bersiaplah, Jakarta, untuk sebuah pesta ekonomi dan budaya yang tak terlupakan!(wl/wl)

Iklan