SEMARANG, ifakta.co – Sepuluh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar edukasi lingkungan dan pembuatan karya dari cangkang kerang di SD Negeri Nongkosawit 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Kamis (1/10/2026).
Kegiatan bertema “Menjaga Pantai melalui Kreasi Cangkang Kerang” ini mengajak siswa mengubah limbah cangkang kerang menjadi hiasan dan bingkai foto. Acara itu bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan, yang Prof. Dr. Yeri Sutopo, M.Pd., M.T. ampu.
Melalui pendampingan siswa berkarya, mahasiswa menghubungkan pembelajaran kepemimpinan dengan kegiatan pendidikan di sekolah. Selain itu, mereka memilih cangkang kerang untuk memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan pantai dengan cara sederhana yang cocok bagi anak-anak.
Iklan
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan manfaat bahan bekas sekaligus memberi siswa kesempatan membuat karya dengan tangan sendiri. Cangkang kerang memiliki bentuk dan ukuran beragam, sehingga siswa bisa menata cangkang itu menjadi pola yang menarik. Dengan bahan tersebut, siswa belajar melihat hubungan antara kebiasaan memakai bahan secara bijak dan lahirnya karya yang berguna.
Mengenalkan Pemanfaatan Kembali Cangkang Kerang
Mahasiswa mengangkat tema menjaga pantai lewat pengenalan cangkang kerang sebagai bahan kerajinan. Cangkang bekas bisa menjadi hiasan tanpa kehilangan bentuk alaminya. Dengan demikian, pemanfaatan kembali bahan ini menjadi contoh sederhana bahwa kepedulian lingkungan hadir lewat pilihan dan kebiasaan sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga menghubungkan pesan lingkungan dengan kegiatan berkarya secara jelas. Siswa berhadapan langsung dengan bahan yang bisa mereka sentuh, pilih, dan susun. Selain itu, mereka melihat bagaimana cangkang yang semula berserakan berubah menjadi bagian hiasan atau bingkai setelah mereka menata dan merekatkannya.
Praktik Membuat Kerajinan Bersama

Dalam praktik pembuatan karya, siswa bekerja bersama di sekitar meja. Mereka menyusun cangkang kerang di atas bidang atau bingkai, menyesuaikan letaknya, lalu merekatkannya menjadi bentuk yang mereka inginkan. Cangkang dengan ukuran berbeda memberi siswa pilihan untuk membentuk pola dan menghias tepi bingkai.
Selama pendampingan, siswa juga bebas mencoba susunan bahan dan memperbaikinya sebelum karya selesai. Menata cangkang melatih kesabaran karena siswa harus memperhatikan posisi setiap bahan. Di samping itu, ketika bekerja bersama, mereka belajar berbagi bahan dan menghargai gagasan teman.
Hiasan dan Bingkai Foto Menjadi Hasil Karya Siswa

Kegiatan ini menghasilkan kerajinan berupa hiasan berbentuk bunga, beragam susunan dekoratif, dan bingkai foto berhias cangkang kerang. Hasil karya memperlihatkan pilihan bentuk dan penataan bahan yang berbeda.
Siswa memakai cangkang berukuran kecil sebagai pelengkap pola, sedangkan cangkang yang lebih besar menjadi bagian utama hiasan atau penghias tepi bingkai.
Memberi Ruang bagi Ide dan Ketelitian
Pada beberapa karya, siswa menata cangkang mengelilingi bagian tengah sehingga membentuk bunga. Sebaliknya, pada karya lain, siswa menempatkan cangkang mengikuti sisi bingkai untuk menghasilkan hiasan tepi. Variasi tersebut memperlihatkan bahwa bahan yang sama bisa menghasilkan tampilan berbeda.
Selain itu, kegiatan berkarya ini melatih ketelitian dan kreativitas siswa. Siswa memilih bentuk cangkang yang sesuai, menentukan letak bahan, dan menyesuaikan susunannya.
Nilai pembelajaran juga muncul saat siswa mengerjakan karya secara bertahap, mencoba pilihan berbeda, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.
Dengan demikian, hasil kerajinan menjadi contoh nyata bahwa bahan bekas masih punya peluang untuk bermanfaat. Guru juga bisa memakai karya tersebut untuk kembali membicarakan pesan kepedulian lingkungan bersama siswa, dengan mengaitkan asal bahan, proses pembuatan, dan kegunaan karya.
Belajar Kepemimpinan melalui Kegiatan di Sekolah
Projek bersama siswa memberi mahasiswa PPG UNNES ruang untuk belajar memimpin kegiatan pendidikan.
Kegiatan semacam ini menuntut mahasiswa berkoordinasi, menyiapkan kebutuhan kegiatan, dan menyampaikan tujuan dengan bahasa yang sesuai bagi anak-anak.
Mahasiswa menunjukkan kepemimpinan lewat kerja sama dan pendampingan selama siswa berkarya.
Selain itu, bagi calon guru, pendampingan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa setiap anak punya ide dan cara bekerja yang berbeda.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memberi ruang agar siswa ikut berperan sesuai kemampuannya. Mahasiswa juga belajar memberi arahan yang jelas dan membantu siswa tanpa mengambil alih seluruh proses pembuatan karya.
Sepuluh Mahasiswa sebagai Pelaksana Kegiatan
Sepuluh mahasiswa Kelompok 1 Rombel PJOK 1 PPG UNNES menjalankan kegiatan ini. Dengan begitu, mereka menghubungkan pembelajaran pada mata kuliah Projek Kepemimpinan dengan pengalaman mendampingi siswa di sekolah. Berikut nama mahasiswa yang mengikuti kegiatan:
1. Achmad Ali Dzaki
2. Achmad Rizqie Fasandy
3. Adila Anis Afifah
4. Agan Fadhilah Mursyid
5. Agung Sugeng Riyadi
6. Agustina Eka Larasati Putri
7. Ahmad Bayu Hendriyanto
8. Ahmad Farkhan
9. Ahmad Ilham Hamid Ansori
10. Ahmad Mustaghfirin
Pengalaman Kegiatan sebagai Bahan Refleksi
Pengalaman mendampingi siswa menjadi bahan refleksi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kegiatan berikutnya.
Mereka bisa memperhatikan kejelasan petunjuk, kemudahan siswa memakai bahan, dan kesempatan setiap anak untuk ikut mengambil bagian.
Dengan refleksi tersebut, mahasiswa menilai cara mereka memandu kegiatan dan menentukan perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya.
Selain itu, mahasiswa berharap pengalaman ini memperkuat kemampuan mereka merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan membangun kerja sama dengan sekolah.
Pada akhirnya, pengalaman pendampingan tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran berikutnya.
Harapan dan Tindak Lanjut Kegiatan
Melalui kegiatan “Menjaga Pantai melalui Kreasi Cangkang Kerang”, mahasiswa berharap siswa mendapat pengalaman berkarya sekaligus mengenal pemanfaatan kembali bahan bekas.
Mereka memperkenalkan kepedulian terhadap lingkungan pantai lewat bahan pembelajaran yang konkret, sehingga siswa lebih mudah menghubungkan pesannya dengan aktivitas mereka.
Harapan berikutnya, siswa tumbuh dengan kebiasaan memakai bahan secara bijak dan menjaga kebersihan di rumah maupun di sekolah.
Selanjutnya, pengalaman memanfaatkan cangkang kerang bisa menjadi awal untuk mengenalkan bahan bekas lain yang masih layak pakai. Dengan pendampingan guru, siswa bisa menemukan contoh pemanfaatan kembali bahan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, sekolah bisa memajang hasil karya di ruang kelas atau memakainya sebagai bahan percakapan tentang lingkungan.
Selain itu, guru bisa meminta siswa menceritakan bagian karya yang mereka buat, pilihan susunan cangkang, dan kesulitan yang mereka hadapi. Kegiatan tersebut membantu siswa menghargai proses dan hasil kerja masing-masing.
(ris/wal)




