SEMARANG, ifakta.co – Limbah rumah tangga sering kali hanya berakhir di tempat sampah tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Padahal, beberapa jenis limbah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Berangkat dari hal tersebut, Mahasiswa PPG Calon Guru Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026 Kelompok 6 Bidang Studi Pendidikan IPS menginisiasi Workshop Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Limbah Kulit Jeruk bersama Ibu-Ibu PKK RW 03 Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semaran, Jawa Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 September 2026 merupakan bagian dari Project Kepemimpinan PPG Calon Guru 2026. Kegiatan ini mengangkat semangat inovasi dan pemanfaatan potensi lokal sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 9, khususnya dalam mendorong inovasi yang dapat diterapkan di masyarakat.
Iklan
Inovasi yang Solutif dan Langsung Bisa Digunakan Pemilihan kulit jeruk sebagai bahan utama berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap limbah kulit jeruk dari penjual es jeruk di sekitar Sekaran. Sebelumnya, limbah kulit jeruk tersebut masih dimanfaatkan oleh petani untuk kebutuhan di kebunnya.
Namun, karena kapasitas kebun sudah penuh, pemanfaatan tersebut akhirnya berhenti sehingga kulit jeruk kembali menjadi limbah. Kondisi ini kemudian mendorong mahasiswa untuk mencari alternatif pemanfaatan agar limbah tersebut tetap memiliki nilai guna.
Kulit jeruk juga mengandung senyawa d-limonene yang secara alami dapat membantu melarutkan lemak dan memberikan aroma segar.
Dalam workshop, peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan sabun dengan bahan berupa kulit jeruk, Texapon, NaCl, dan aquadest mulai dari ekstraksi kulit jeruk hingga proses pengemasan. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Kosidah selaku Ketua PKK Berkelanjutan, menyampaikan bahwa produk yang dibuat dalam workshop memiliki kepraktisan dibandingkan pengalaman sebelumnya.
“Dulu kami pernah membuat sabun dari limbah minyak jelantah, tapi sayangnya tidak bisa dipakai untuk mencuci dengan bersih dan harus menunggu sampai seminggu baru bisa digunakan. Kalau sabun kulit jeruk buatan teman-teman mahasiswa ini bisa langsung dipakai dan ternyata benar-benar bersih buat nyuci,” ungkap Kosidah.
Setelah mengikuti praktik dan merasakan langsung manfaat serta kepraktisan produk, Ibu-Ibu PKK berencana untuk mereplikasi pembuatan sabun kulit jeruk di masing-masing perkumpulan PKK RT.
Rencana pengembangan hingga tingkat RT tersebut sejalan dengan semangat SDGs Nomor 9 melalui pendekatan inovasi akar rumput (grassroots innovation).
Keterampilan yang dibagikan oleh Mahasiswa PPG Calon Guru UNNES diharapkan dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat, termasuk membuka peluang bagi pengembangan usaha rumahan di bidang produk pembersih.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.
Penulis: Kelompok 6 IPS – Mahasiswa PPG Calon Guru UNNES 2026)
Kontributor : Moh. Syarif Hidayatullah, Muhammad Aufatur Rizqi, Muhammad Suhartono, Musyahadatul Khoiriyah, Nada Tsalatsiannabilah, Nauval Dimas Andriawan, Nia Widiyanti, Nofi Lia Nurul Arifin, Novia Rahmadhani, dan Nur Aji Ningrum.
(sib/lex)



