JAKARTA, ifakta.co – Matcha semakin populer sebagai minuman sehat yang banyak dipilih berbagai kalangan. Bubuk teh hijau khas Jepang ini menawarkan cita rasa khas yang sedikit pahit dengan aroma segar. Selain itu, warna hijaunya yang pekat juga menjadi ciri utama yang membedakannya dari teh hijau biasa.

Meski berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, proses pembuatan matcha berbeda. Petani menanam daun teh di bawah naungan selama beberapa minggu sebelum panen. Teknik tersebut meningkatkan produksi klorofil, asam amino, serta antioksidan pada daun teh. Setelah panen, daun dikukus, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi bubuk yang sangat halus.

Berbeda dengan teh hijau seduh, matcha dikonsumsi bersama seluruh bubuk daunnya. Karena itu, tubuh memperoleh lebih banyak nutrisi yang terkandung di dalam daun teh. Tak heran jika matcha sering masuk dalam daftar minuman sehat yang mendukung pola hidup seimbang.

Iklan

Kandungan Nutrisi Matcha

Dalam sekitar dua sendok teh bubuk matcha yang diseduh menggunakan air hangat, terdapat sekitar 14 kalori. Meski rendah kalori, minuman ini mengandung berbagai zat gizi penting, antara lain:

  • Antioksidan katekin, terutama EGCG (epigallocatechin gallate)
  • L-theanine
  • Kafein alami
  • Serat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Kalium
  • Vitamin A
  • Vitamin C
  • Klorofil
  • Polifenol

Kombinasi berbagai senyawa tersebut membuat matcha memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Manfaat Matcha untuk Kesehatan

1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Matcha mengandung katekin yang berperan melindungi pembuluh darah. Selain itu, senyawa tersebut membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah. Dengan sirkulasi yang lebih baik, risiko penyakit kardiovaskular pun dapat berkurang jika dibarengi pola hidup sehat.

2. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Banyak orang memilih matcha sebagai alternatif kopi. Kandungan kafein memberikan dorongan energi, sedangkan L-theanine membantu tubuh tetap rileks. Karena itu, kombinasi keduanya mampu meningkatkan konsentrasi tanpa memicu rasa gelisah berlebihan pada sebagian orang.

3. Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Matcha dapat membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak, terutama bila dikonsumsi sebelum berolahraga. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika minuman ini tidak diberi tambahan gula, krimer, atau susu berlebihan.

4. Melindungi Sel dari Radikal Bebas

Tubuh setiap hari terpapar radikal bebas dari polusi, sinar matahari, maupun asap rokok. Berkat kandungan antioksidan yang tinggi, matcha membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Oleh sebab itu, minuman ini juga berpotensi memperlambat proses penuaan dini.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Antioksidan dan polifenol dalam matcha mendukung kesehatan kulit dari dalam. Senyawa tersebut membantu mempertahankan elastisitas kulit, mengurangi peradangan, sekaligus melindungi kulit dari paparan radikal bebas yang mempercepat munculnya tanda penuaan.

6. Berpotensi Menjaga Fungsi Hati

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa katekin dalam matcha dapat membantu menjaga fungsi hati, termasuk pada penderita perlemakan hati nonalkohol. Meski demikian, para peneliti masih memerlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan manfaat tersebut pada manusia.

7. Membantu Menurunkan Risiko Kanker

Matcha mengandung katekin dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan tinggi. Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel abnormal. Walaupun hasilnya menjanjikan, bukti ilmiah pada manusia masih terus dikembangkan sehingga matcha tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

Cara Mengonsumsi Matcha dengan Tepat

Agar manfaatnya tetap optimal, seduh matcha menggunakan air hangat bersuhu sekitar 70–80 derajat Celsius. Hindari penggunaan air mendidih karena suhu terlalu tinggi dapat memengaruhi cita rasa dan sebagian kandungan nutrisinya.

Selain itu, batasi konsumsi sekitar satu hingga dua cangkir per hari atau tidak lebih dari empat sendok teh bubuk matcha. Jika ingin membuat matcha latte, gunakan pemanis secukupnya agar kandungan gulanya tidak berlebihan.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, ibu hamil, atau penderita gangguan lambung tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi matcha secara rutin.

Sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, matcha dapat menjadi pilihan minuman sehat. Kandungan antioksidan, L-theanine, vitamin, dan mineral di dalamnya mendukung kesehatan jantung, otak, kulit, hingga metabolisme tubuh. Namun, manfaat tersebut akan terasa lebih maksimal jika diimbangi pola makan sehat, olahraga teratur, serta waktu istirahat yang cukup.

(naf/lex)

Iklan