JAKARTA, ifakta.co – Talas tidak hanya menjadi sumber karbohidrat alternatif selain nasi. Umbi yang banyak tumbuh di wilayah tropis ini juga menyimpan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Berkat kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, talas layak masuk dalam menu harian sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Di Indonesia, talas sering diolah menjadi aneka hidangan, mulai dari talas kukus, keripik, kolak, hingga campuran berbagai makanan tradisional. Selain memiliki rasa yang khas, talas juga memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan beberapa sumber karbohidrat lainnya.

Meski begitu, talas harus melalui proses pengolahan yang benar sebelum dikonsumsi. Umbi ini mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal jika belum matang sempurna.

Iklan

Kandungan Nutrisi Talas

Talas menawarkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Dalam sekitar 150 gram talas matang terdapat kalori, karbohidrat kompleks, protein, dan serat yang cukup tinggi.

Selain itu, talas juga mengandung:

  • Serat pangan
  • Karbohidrat kompleks
  • Vitamin C
  • Vitamin B6
  • Vitamin A
  • Kalium
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Zat besi
  • Tembaga
  • Mangan
  • Polifenol dan antioksidan

Kombinasi nutrisi tersebut berperan mendukung berbagai fungsi organ sekaligus membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh.

1. Membantu Menjaga Berat Badan

Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, talas dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat yang mengenyangkan. Kandungan serat dan pati resisten membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Karena itu, keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan dapat berkurang. Namun, manfaat ini akan lebih optimal jika diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik secara rutin.

2. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Talas mengandung serat larut dan tidak larut yang membantu memperlancar pergerakan usus. Serat juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna sehingga keseimbangan mikrobiota usus tetap terjaga.

Dengan sistem pencernaan yang sehat, tubuh dapat menyerap nutrisi secara lebih optimal sekaligus menurunkan risiko sembelit.

3. Membantu Menstabilkan Kadar Gula Darah

Walaupun termasuk sumber karbohidrat, talas memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Selain itu, kandungan pati resisten di dalamnya membuat pelepasan glukosa berlangsung lebih perlahan.

Karena alasan tersebut, talas berpotensi membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Meski demikian, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi makan dan mengikuti anjuran dokter.

4. Mendukung Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung juga mendapat manfaat dari kandungan kalium, serat, dan antioksidan yang terdapat pada talas.

Kalium membantu menjaga tekanan darah tetap stabil melalui pengaturan keseimbangan cairan tubuh. Sementara itu, serat membantu mengendalikan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika kadar kolesterol tetap terkendali, risiko penyumbatan pembuluh darah pun dapat menurun.

5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Vitamin C dan vitamin B6 pada talas berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, sedangkan vitamin B6 mendukung pembentukan sel darah putih.

Dengan sistem imun yang baik, tubuh menjadi lebih siap menghadapi infeksi virus maupun bakteri.

6. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang

Talas juga mengandung kalsium, magnesium, fosfor, dan mangan. Berbagai mineral tersebut berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan kepadatan tulang.

Asupan mineral yang cukup membantu menjaga tulang tetap kuat sekaligus mengurangi risiko pengeroposan tulang seiring bertambahnya usia.

7. Berpotensi Melindungi Sel Tubuh dari Kerusakan

Kandungan polifenol, vitamin C, dan antioksidan lainnya membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas. Kerusakan sel akibat stres oksidatif diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa senyawa antioksidan dalam talas berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan sehingga talas tidak dapat digunakan sebagai pengobatan utama kanker.

Cara Mengolah Talas dengan Benar

Agar aman dikonsumsi, talas perlu dicuci hingga bersih kemudian dimasak sampai benar-benar matang. Proses perebusan, pengukusan, atau pemanggangan dapat membantu mengurangi kandungan kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal.

Sebelum dimasak, talas juga dapat direndam dalam air garam selama beberapa menit untuk membantu mengurangi kadar oksalat. Sebaliknya, hindari mengonsumsi talas mentah atau setengah matang karena berisiko menimbulkan iritasi pada mulut dan tenggorokan.

Iklan