JAKARTA, Ifakta.co – Seorang perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual saat menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Jakarta Kota-Depok pada Selasa (4/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik setelah kisah korban diunggah keluarganya di media sosial.
Kakak korban, IR, mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat akibat dugaan pelecehan tersebut.
Iklan
Menurutnya, korban sempat membeku atau tidak mampu bereaksi sesaat setelah kejadian.
Melalui unggahan di akun Threads miliknya, IR juga meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi pria yang diduga sebagai pelaku.
Ia turut mengunggah rekaman video yang memperlihatkan sosok terduga pelaku.
“Biadab banget, tolong siapa pun yang kenal ini orang, kasih tahu gue please. Dia ngelecehin adek gue di KRL sampe adek gue nge-freeze nggak bisa apa-apa,” tulis IR.
IR menjelaskan, setelah peristiwa itu terjadi, adiknya segera turun di Stasiun Lenteng Agung. Ia menduga pelaku melakukan pelecehan dengan menggesekkan alat kelaminnya ke tubuh korban.
Unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengecam dugaan tindakan pelecehan seksual yang kembali terjadi di transportasi umum serta mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Pihak keluarga berharap aparat dapat segera mengungkap identitas pelaku.
Menurut IR, korban telah melaporkan peristiwa tersebut kepada KAI Commuter Indonesia (KCI) dan juga membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Buat laporannya di Stasiun Depok bersama ibu saya,” katanya.
Selain menyampaikan laporan, keluarga korban juga tengah mengumpulkan berbagai bukti yang berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual tersebut untuk mendukung proses penyelidikan.
Menanggapi kasus itu, KAI Commuter melalui akun resmi Threads @commuterline menyatakan mengecam segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.
Perusahaan memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
“KAI Commuter sangat menyayangkan dan tidak menoleransi segala bentuk tindakan pelecehan seksual.
Setiap laporan yang kami terima akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, serta kami akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran.
Terima kasih atas kepedulian Kakak dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan nyaman,” tulis KAI Commuter.
(mam/cho)



