JAKARTA, ifakta.co – Minggu malam yang seharusnya tenang di kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat, berubah mencekam. Sebuah insiden tragis menyelimuti halaman parkir sebuah minimarket, ketika seorang pria paruh baya berinisial AC, berusia 57 tahun, ditemukan tak bernyawa. Kematian mendadak ini, yang terjadi pada 4 Oktober, menyisakan teka-teki besar, terutama setelah terungkap bahwa korban baru saja terlibat dalam sebuah percekcokan sengit yang berujung pada perkelahian fisik dengan seorang pria lain.

Kapolsek Kembangan, Kompol Nur Aqsha, mengungkapkan bahwa informasi awal dari para saksi di lokasi kejadian mengindikasikan adanya pertikaian sebelum korban ditemukan tergeletak tak berdaya. “Informasi awal, dari keterangan saksi yang ada di tempat, ada dua saksi tukang parkir menyampaikan bahwa awalnya memang ada, terjadi, perkelahian antara dua orang, kemudian dilerai oleh saksi tersebut,” terang Aqsha kepada awak media di Jakarta pada Senin, sehari setelah kejadian.

Berdasarkan penuturan dua juru parkir yang menjadi saksi mata kunci dalam peristiwa nahas ini, korban, AC, awalnya tiba di lokasi seorang diri dengan mengendarai sepeda motornya. Tak lama berselang, ketenangan malam itu terusik oleh keributan yang melibatkan AC dan seorang pria lain yang identitasnya masih misterius. Suasana tegang memuncak hingga berujung pada adu fisik di area parkir minimarket tersebut.

Iklan

Melihat situasi yang memanas, kedua juru parkir berinisiatif untuk melerai pertikaian tersebut. Upaya mereka berhasil; kedua pria yang terlibat perkelahian itu akhirnya membubarkan diri. AC, setelah dilerai, terlihat berjalan menuju sepeda motornya, seolah hendak meninggalkan lokasi. Namun, takdir berkata lain. Hanya berselang sekitar lima menit setelah ia berada di dekat motornya, AC tiba-tiba ambruk dan tergeletak tak bergerak di halaman parkir. “Setelah dilerai, keduanya membubarkan diri. Korban kemudian berjalan ke arah sepeda motornya. Namun, baru sekitar lima menit berada di dekat motor, korban tiba-tiba jatuh dan tergeletak di halaman parkir minimarket,” jelas Kompol Aqsha, menggambarkan detik-detik mengerikan tersebut.

Kejadian ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Tim kepolisian dari Polsek Kembangan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik AC di lokasi kejadian justru menambah lapisan misteri. Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang kasat mata pada tubuh korban. “Dari hasil pengecekan awal di lokasi, tidak ditemukan adanya luka, baik itu luka akibat senjata tajam maupun luka fisik lainnya,” terang Aqsha.

Tidak adanya luka yang jelas di tubuh AC menjadi petunjuk penting sekaligus tantangan bagi penyidik. Untuk memastikan penyebab pasti kematian pria 57 tahun itu, jajaran Polsek Kembangan telah mengevakuasi jenazah AC ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana, proses autopsi akan dilakukan secara menyeluruh. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap apakah kematian AC berhubungan langsung dengan perkelahian yang ia alami, ataukah ada faktor medis lain yang mendasari kematian mendadak tersebut. Ketiadaan luka eksternal membuat autopsi menjadi satu-satunya cara untuk menemukan kebenaran di balik tragedi ini.

Hingga saat ini, Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan masih terus bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama mereka adalah mengidentifikasi dan melacak keberadaan pria yang menjadi lawan duel AC. Selain itu, polisi juga berusaha mendalami hubungan antara AC dan pria tersebut, serta mencari tahu motif di balik percekcokan yang berujung fatal itu. Informasi mengenai profesi korban, AC, juga menjadi bagian dari upaya penyelidikan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Kompol Nur Aqsha menegaskan komitmen pihaknya untuk mengungkap tuntas kasus ini. “Kasus ini masih terus kami dalami. Tim Reskrim sedang mengumpulkan petunjuk-petunjuk di lapangan dan memeriksa saksi-saksi. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” ujarnya. Pencarian petunjuk, pemeriksaan saksi tambahan, serta pengumpulan bukti-bukti forensik terus dilakukan secara maraton. Masyarakat berharap agar misteri kematian AC segera terungkap, memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan kepastian hukum.(wl.wl)

Iklan