JAKARTA, ifakta.coPemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirim bantuan kemanusiaan senilai Rp5,8 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melepas langsung pengiriman bantuan dari Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pramono mengatakan bantuan tersebut menunjukkan kepedulian Jakarta terhadap warga NTT yang menghadapi dampak gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

“Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terkena dampak bencana pada 15 Agustus kemarin. Gempa dengan magnitudo 7,7 sangat besar dan dampaknya luar biasa,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Iklan

Pemprov DKI menghimpun bantuan melalui kolaborasi aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), serta BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah juga masih membuka penggalangan bantuan hingga 25 Agustus 2026.

Hingga saat ini, total dana yang terkumpul mencapai Rp5.853.728.500. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penggalangan bantuan terus berlangsung.

“Ini adalah tahap awal dan Pemerintah DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi sampai dengan 25 Agustus 2026,” kata Pramono.

Selain mengirim bantuan logistik, Pemprov DKI bergerak cepat dengan memberangkatkan tim kesehatan sehari setelah gempa. Tim tersebut kini memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di lokasi terdampak.

Pemprov DKI akan menyesuaikan pengiriman bantuan berikutnya berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan tim yang bertugas di lapangan.Kebutuhan mendesak seperti popok dan perlengkapan sanitasi untuk bayi serta lansia juga menjadi perhatian.

Pramono menegaskan Jakarta akan terus menunjukkan solidaritas kepada daerah yang menghadapi bencana.

“Solidaritas Jakarta tidak berhenti pada batas wilayah administrasi. Ketika saudara-saudara kita di daerah lain mengalami musibah, Jakarta harus selalu hadir untuk mendukung pemulihan mereka sepenuhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat menjelaskan bahwa bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, fasilitas air bersih, hingga bantuan uang tunai.

“Adapun bantuan logistik terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan dan cairan infus, makanan anak, serta 200 unit toren air dari PAM Jaya. Selain itu, disalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar serta komitmen pengiriman Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar,” paparnya.

Marulitua menjelaskan, Pemprov DKI menyalurkan bantuan melalui sistem logistik nasional yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI.

Pengiriman melalui jalur udara berlangsung dari Bandara Halim Perdanakusuma. Sementara itu, jalur laut menggunakan fasilitas Pangkalan TNI AL Komando Armada I di Jakarta Utara.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengapresiasi dukungan Pemprov DKI dalam penanganan bencana di NTT. Menurutnya, bantuan tersebut akan memperkuat penanganan masa tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi nyata dari Bapak Gubernur bersama seluruh aparatur di wilayah DKI Jakarta. Bantuan senilai Rp5,8 miliar ini merupakan bantuan pertama yang diserahkan oleh pemerintah provinsi untuk penanganan tujuh kabupaten terdampak selama masa tanggap darurat,” ujar Andi.

Tujuh kabupaten tersebut meliputi Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo.

BNPB bersama pihak terkait mendistribusikan bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara. Petugas juga menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi yang mengalami keterisolasian akibat bencana.

Andi memastikan seluruh bantuan yang terkumpul di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma segera bergerak menuju wilayah terdampak.

“Seluruh bantuan yang dihimpun melalui Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma langsung didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak tanpa terkecuali, didukung armada pesawat Hercules, kapal perang KRI, dan helikopter untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi,” pungkasnya.

(mam/mam)

Iklan