JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Rabu (7/10/2026). IHSG tercatat berada di level 6.204,92 pada pukul 09.00 WIB.
Posisi tersebut menunjukkan kenaikan 0,19 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level 6.192,92.
Berdasarkan data RTI Business, aktivitas perdagangan saham pada awal sesi mencapai 3,48 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 40 ribu kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp296,86 miliar.
Iklan
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 330 saham menguat. Sementara itu, 84 saham mengalami koreksi dan 258 saham lainnya bergerak stagnan.
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan hingga menguji level 6.270.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak menguat dengan menguji area *resistance di kisaran level 6.270,” ucapnya dalam riset harian di Jakarta, Jumat, 7 Oktober 2026.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah keputusan FTSE yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Selain itu, pasar turut merespons langkah Self-Regulatory Organization (SRO) dalam memperkuat penegakan transparansi di pasar modal.
Pada perdagangan Selasa (6/10), IHSG juga berhasil mencatat penguatan yang cukup solid. Kinerja tersebut mendapat dukungan dari sejumlah sektor, terutama transportasi, teknologi, dan energi.
Penguatan pasar saham domestik turut berlangsung seiring dengan perbaikan nilai tukar rupiah. Rupiah bergerak ke level Rp17.863 per dolar AS.
Ke depan, nilai tukar rupiah masih dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju kisaran Rp17.800 per dolar AS. Pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga memberikan sentimen positif. Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan terakhir.
Indeks S&P 500 naik 0,58 persen. NYSE Composite bertambah 0,56 persen, sedangkan Dow Jones menguat 0,49 persen. Nasdaq juga mencatat kenaikan sebesar 0,45 persen.
Penguatan bursa saham AS terjadi menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve atau FOMC Minutes. Dokumen tersebut menjadi salah satu perhatian utama investor untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan 28 Oktober mendatang.
Di tengah inflasi Amerika Serikat yang masih berada pada level tinggi, pasar juga mencermati perkembangan sektor ketenagakerjaan yang melambat dan berada jauh di bawah perkiraan.
Dengan kondisi tersebut, konsensus pasar memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau fed rate pada level 3,75 persen. Perkembangan kebijakan moneter AS selanjutnya akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pasar saham global, termasuk IHSG.
(yes/my)




