JAKARTA, ifakta.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada kuartal II 2026. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada kuartal II 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,12 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi secara tahunan mengalami peningkatan pada kuartal II tahun ini.
Namun, apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Pada kuartal I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61 persen.
Iklan
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyampaikan angka pertumbuhan tersebut dalam konferensi pers pada Rabu (5/8).
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026, bila dibandingkan dengan kuartal II-2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,29 persen,” ujar Edy.
BPS juga mencatat perkembangan ekonomi sejumlah negara yang menjadi mitra dagang Indonesia. Pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut menunjukkan capaian yang beragam sepanjang kuartal II 2026.
China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3 persen. Sementara itu, ekonomi Singapura tumbuh 5,7 persen dan Malaysia mencapai 5,8 persen.
Vietnam mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara sejumlah mitra dagang yang disebutkan, yakni mencapai 8,4 persen. Adapun Korea Selatan membukukan pertumbuhan sebesar 3,7 persen.
Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 2,1 persen pada periode yang sama.
Dari sisi lapangan usaha, terdapat lima sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026. Kelima sektor tersebut meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 4,52 persen. Sementara itu, sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi dengan capaian 6,39 persen.
Sektor pertanian juga tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,80 persen. Adapun sektor konstruksi membukukan pertumbuhan 6,68 persen pada kuartal II 2026.
Berbeda dengan empat sektor tersebut, pertambangan mengalami kontraksi sebesar 1,64 persen.
Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih berada di atas 5 persen secara tahunan. Meski demikian, angka 5,29 persen tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
(den/jo)



