JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan untuk Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan antara negara tersebut dan kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman.
Departemen Luar Negeri AS menaikkan status peringatan perjalanan ke Arab Saudi menjadi level 3 atau reconsider travel pada Selasa (15/9). Status tersebut berarti pemerintah AS meminta warganya mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke negara tersebut karena adanya sejumlah risiko keamanan.
Dalam peringatan yang dipublikasikan melalui situs resmi Departemen Luar Negeri AS, pemerintah Amerika mencantumkan sejumlah ancaman yang menjadi pertimbangan bagi warga negaranya.
Iklan
“Pertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi karena risiko serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan Amerika, konflik bersenjata, terorisme, larangan ke luar negeri dan hukum setempat terkait aktivitas media sosial,” demikian peringatan di web Kemlu AS.
AS Batasi Pergerakan Pegawai di Arab Saudi
Selain memberikan peringatan kepada warga AS secara umum, pemerintah Amerika juga menetapkan pembatasan perjalanan bagi pegawai pemerintahnya yang berada di Arab Saudi.
Pegawai pemerintah AS dilarang melakukan perjalanan dalam radius 20 mil atau sekitar 32 kilometer dari perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. Pembatasan tersebut diberlakukan karena adanya risiko keamanan di wilayah perbatasan.
Pemerintah AS juga memberlakukan aturan perjalanan tambahan bagi pekerjanya di sejumlah wilayah Saudi.
Perjalanan ke Qatif untuk keperluan yang tidak penting tidak diperbolehkan. Sementara itu, pegawai AS yang hendak bepergian ke Provinsi Jizan, Asir, Najran, dan Qatif harus memperoleh izin terlebih dahulu karena pertimbangan “risiko keamanan.”
Di sisi lain, Amerika Serikat juga mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Yaman. Pemerintah AS menyebut ancaman terorisme sebagai salah satu alasan utama larangan tersebut.
Peringatan perjalanan Amerika Serikat itu muncul setelah eskalasi serangan antara Houthi dan Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir.
Kelompok Houthi disebut kembali melakukan serangan ke wilayah Arab Saudi. Dalam serangan terbaru, Houthi menggempur sebuah pangkalan udara Saudi.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang terluka. Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Houthi kemudian menyatakan Arab Saudi melakukan serangan balasan. Menurut kelompok tersebut, Saudi meluncurkan 50 serangan sebagai respons terhadap serangan sebelumnya.
Namun, Houthi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi maupun dampak dari serangan balasan tersebut.
Pemerintah Arab Saudi dalam pernyataan resminya menegaskan sikap keras terhadap setiap serangan yang memasuki wilayah negaranya.
Saudi menyatakan akan memberikan respons secara tegas dan keras terhadap serangan yang mengancam keamanan wilayahnya.
Eskalasi tersebut kemudian menjadi salah satu perhatian pemerintah Amerika Serikat dalam menetapkan status travel warning terbaru bagi Arab Saudi. Peringatan itu menyoroti risiko serangan drone dan rudal, konflik bersenjata, serta ancaman keamanan lain yang dapat berdampak terhadap warga AS di kawasan tersebut.
(yes/fza)



