JAKARTA, ifakta.co – Sejumlah kepala negara tercatat tidak menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung pada 22-28 September di New York, Amerika Serikat.

Sidang tersebut telah dibuka Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan diisi pidato sejumlah pemimpin negara. Namun, beberapa kepala negara memilih tidak hadir secara langsung dengan alasan yang berbeda.

Berikut sejumlah pemimpin negara yang tidak menghadiri Sidang Umum PBB secara langsung berdasarkan materi yang tersedia.

Iklan

Xi Jinping

Pemimpin China Xi Jinping disebut tidak menghadiri Sidang Majelis Umum PBB meski tetap dijadwalkan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

Xi disebut memilih agenda pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan kedua pemimpin tersebut menjadi bagian dari upaya mengelola hubungan China dan Amerika Serikat yang sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China di Beijing mengatakan pengaturan terkait partisipasi China dalam rangkaian acara Majelis Umum PBB akan diumumkan pada waktunya.

Pernyataan tersebut dikutip The Straits Times.

Hubungan China dan Amerika Serikat sebelumnya menjadi perhatian dalam sejumlah isu, termasuk perdagangan, teknologi dan Taiwan. Kedua negara juga menggunakan pertemuan tingkat tinggi pada musim semi untuk berupaya menstabilkan hubungan bilateral.

Meski pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan besar, Xi menyebut kunjungan itu sebagai tonggak dalam hubungan antara China dan Amerika Serikat.

Prabowo Subianto

Presiden RI Prabowo Subianto juga tidak menghadiri secara langsung Sidang Umum PBB di New York.

Pemerintah Indonesia menugaskan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk memimpin delegasi Indonesia. Keputusan tersebut berkaitan dengan prioritas Presiden terhadap agenda dalam negeri.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang sebelumnya menyampaikan bahwa Menlu Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan High Level Week United Nations General Assembly (UNGA) sesi ke-81 di New York.

“Menlu RI Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan High Level Week United Nations General Assembly (UNGA) sesi ke-81 di New York minggu depan,” kata Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (17/9).

Dengan demikian, Indonesia tetap mengirimkan delegasi dalam rangkaian agenda tingkat tinggi PBB meski Prabowo tidak hadir langsung.

Friedrich Merz

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga tidak menghadiri Debat Umum tingkat tinggi Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Ketidakhadiran Merz tersebut berdasarkan informasi dari sejumlah sumber pemerintah. Dengan keputusan tersebut, Kanselir Jerman tidak menyampaikan pidato secara langsung dalam agenda debat umum tingkat tinggi Sidang Umum PBB tahun ini.

Cyril Ramaphosa

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa turut absen dari Sidang Umum PBB karena kondisi kesehatannya.

Ramaphosa disebut mengalami penurunan kondisi setelah menghadiri KTT BRICS di India. Dokter kemudian menganjurkan agar dia beristirahat karena mengalami kelelahan.

Kondisi tersebut membuat Ramaphosa tidak dapat menghadiri secara langsung rangkaian agenda Sidang Umum PBB di New York.

Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin juga dikenal jarang menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum PBB.

Dalam sejumlah kesempatan, Putin mendelegasikan Menteri Luar Negeri Rusia untuk menghadiri agenda tahunan PBB sekaligus menyampaikan pidato atas nama Rusia.

Karena itu, ketidakhadiran Putin dalam forum tahunan PBB bukan hal yang sering terjadi untuk pertama kalinya. Rusia tetap dapat diwakili dalam rangkaian agenda tersebut melalui delegasi yang ditunjuk.

Sidang Majelis Umum PBB tahun ini tetap mempertemukan banyak pemimpin dan perwakilan negara untuk membahas berbagai isu internasional. Sementara sejumlah kepala negara memilih tidak hadir secara langsung, negara mereka tetap dapat berpartisipasi melalui delegasi masing-masing.

(faz/fza)

Iklan