JAKARTA, ifakta.co – Pemerintah Israel akhirnya memberikan penjelasan mengenai kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA) yang sebelumnya disebut berlangsung secara rahasia. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu bertemu dengan Presiden UEA Mohamed bin Zayed atau MBZ.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah akun Perdana Menteri Israel @IsraeliPM pada Selasa (29/9), pemerintah Israel menyebut kunjungan tersebut dilakukan atas undangan MBZ.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan istrinya mengunjungi Uni Emirat Arab kemarin atas undangan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed,” demikian pernyataan tersebut.
Iklan
Pemerintah Israel menyebut agenda kunjungan Netanyahu mencakup pembahasan mengenai penguatan hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, kedua pihak juga membahas sejumlah “tantangan regional.”
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu tidak datang seorang diri. Ia didampingi sejumlah pejabat senior Israel, termasuk kepala Dewan Keamanan Nasional, kepala Mossad, sekretaris militer, serta penasihat kebijakan luar negeri.
Pernyataan serupa juga muncul dari kantor berita pemerintah UEA, WAM. Media tersebut melaporkan bahwa pertemuan Netanyahu dan MBZ membahas hubungan kedua negara serta upaya untuk memperkuat kerja sama.
“Selama pertemuan, kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara memperkuat dan mengembangkan,” demikian laporan WAM pada Senin (28/9), dikutip Al Jazeera.
Sebelumnya, kabar mengenai kunjungan Netanyahu ke UEA beredar di tengah situasi kawasan yang masih diwarnai perang AS-Iran. Pertemuan dengan MBZ juga dikaitkan dengan kontroversi mengenai informasi intelijen sebelum serangan Hamas pada Oktober 2023.
Pada awal September, media Israel Haaretz melaporkan bahwa MBZ sempat berbicara melalui telepon dengan Netanyahu. Pembicaraan tersebut disebut berlangsung 10 hari sebelum serangan dan berkaitan dengan peringatan mengenai ancaman yang disampaikan pemimpin Hamas saat itu, Yahya Sinwar.
Pejabat Israel kemudian merespons laporan tersebut secara negatif dan menyebut informasi itu sebagai berita palsu.
Israel dan UEA sendiri telah memiliki hubungan diplomatik sejak kedua negara menandatangani Kesepakatan Abraham pada 2020. Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Amerika Serikat.
Di tengah ketegangan kawasan, Israel juga dilaporkan mengirim baterai pertahanan udara Iron Dome dan personel ke UEA. Langkah tersebut disebut bertujuan membantu UEA menghadapi potensi serangan dari Iran.
Menurut laporan yang disebut dalam materi tersebut, MBZ juga telah menyampaikan informasi kepada badan intelijen Israel, Shin Bet. Namun, kantor Perdana Menteri Israel membantah bahwa Netanyahu menerima informasi tersebut sebelum serangan.
Serangan Hamas pada Oktober 2023 kemudian diikuti perang Israel-Palestina yang berlangsung selama lebih dari dua tahun. Konflik tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang terus memengaruhi situasi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, isu mengenai dugaan pengabaian peringatan MBZ juga muncul menjelang pemilihan umum Israel bulan depan. Netanyahu disebut menghadapi persaingan dengan mantan kepala militer Gadi Eisenkot.
Materi sumber yang diberikan memuat sejumlah klaim politik dan perkembangan terkini. Karena penelusuran web tidak tersedia dalam sesi ini, fakta-fakta tersebut tidak saya verifikasi secara independen dan disajikan berdasarkan materi sumber yang diberikan.
(faz/fza)



