NGANJUK, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui optimalisasi pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif.

Upaya tersebut diwujudkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk bersama Tim Penggerak (TP) PKK melalui Gerakan Menanam Teras Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Selasa (3/11/2026).

Gerakan yang berlangsung di halaman Gedung TP PKK, kompleks Pemkab Nganjuk, tersebut diisi dengan panen sayuran bersama serta penanaman berbagai komoditas sayuran. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi pangan dan pemanfaatan lahan pekarangan.

Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk S. Wahyuni Marhaen hadir bersama Ketua I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Widhi Nastiti Trihandy, para istri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan desa.

Sekretaris DKPP Kabupaten Nganjuk, Novi Eka Fatmawati, menjelaskan bahwa gerakan Teras Pangan B2SA merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai sumber pangan utama.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya berorientasi pada ketersediaan bahan pangan. Pemerintah juga perlu mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat agar lebih beragam, bernilai gizi, dan memenuhi prinsip keseimbangan nutrisi.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menghidupkan kembali fungsi pekarangan rumah sebagai ruang produktif untuk menghasilkan kebutuhan pangan keluarga.

“Melalui gerakan menanam teras pangan B2SA ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pekarangan rumah memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan baik untuk menanam sayuran dan berbagai komoditas pangan lokal,” ujarnya.

Novi menegaskan, gerakan tersebut memiliki sasaran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan aktivitas bercocok tanam. Pemanfaatan pekarangan juga menjadi instrumen edukasi untuk memperbaiki kualitas konsumsi pangan, meningkatkan kesehatan keluarga, dan mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Dia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya asupan makanan yang beragam dan bergizi seimbang, sehingga kebutuhan nutrisi keluarga dapat terpenuhi secara lebih optimal.

“Harapannya, masyarakat semakin terbiasa mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Dengan begitu, kualitas gizi keluarga bisa meningkat dan turut mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang lebih sehat dan berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, mengapresiasi inisiatif DKPP dalam menggerakkan pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.

Menurut Wahyuni, jaringan kader PKK hingga tingkat desa memiliki posisi strategis untuk memperluas edukasi sekaligus memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Keterlibatan kader PKK diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam membangun kebiasaan menanam dan mengonsumsi pangan sehat dari lingkungan rumah sendiri.

“Melalui kader PKK, kami berharap gerakan ini bisa terus disosialisasikan dan diterapkan di lingkungan masing-masing. Tidak perlu menunggu memiliki lahan luas, pekarangan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran yang bermanfaat bagi keluarga,” pungkasnya.

Gerakan Teras Pangan B2SA diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kemandirian pangan rumah tangga. Lebih dari itu, pemanfaatan pekarangan secara produktif dapat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

(may/may).