KUALA LUMPUR, ifakta.co – MotoGP Qatar 2026 tetap dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail, Doha, pada Minggu (8/11/2026), meskipun kekhawatiran terhadap keamanan di kawasan Timur Tengah memunculkan keberatan dari sejumlah pembalap.
Sebanyak 19 pembalap dikabarkan sempat mengajukan usulan agar seri Qatar tidak dilaksanakan. Permintaan itu berkaitan dengan situasi perang yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Namun, usulan tersebut disebut tidak mendapatkan tanggapan yang diharapkan dari penyelenggara. Sebagian besar tim dan pembalap akhirnya tetap bersiap mengikuti balapan karena mempertimbangkan risiko hukuman apabila tidak hadir.
Yamaha mengambil langkah berbeda dengan memilih mundur dari MotoGP Qatar. Keputusan tersebut mendapat perhatian karena penyelenggara mengingatkan adanya konsekuensi yang bisa diterima tim yang tidak mengikuti seri balapan.
Pembalap Red Bull KTM Tech3, Maverick Vinales, menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, pembalap dan tim dihadapkan pada kewajiban mengikuti perlombaan meskipun muncul kekhawatiran mengenai penyelenggaraannya.
“Sepertinya ini akan menjadi Grand Prix yang normal bagi seluruh dunia, jadi kami harus ikut,” kata Vinales kepada Motosan.
Vinales menambahkan bahwa risiko sanksi menjadi faktor penting dalam keputusan tim dan pembalap untuk tetap turun di Qatar.
“Lagipula, kami tidak punya pilihan lain. Jika kami tidak ikut, jelas kami akan menghadapi sanksi,” ujar eks rider Suzuki, Yamaha, dan Aprilia itu.
Di tengah persoalan tersebut, GP Qatar juga memiliki arti penting dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Marc Marquez yang membela Ducati saat ini memimpin klasemen sementara dengan 399 poin.
Marquez memiliki keunggulan 44 poin atas Jorge Martin yang berada di posisi kedua dengan koleksi 355 poin. Perolehan itu membuka peluang bagi pembalap Ducati tersebut untuk memastikan gelar juara dunia di Sirkuit Lusail.
Marquez perlu mengumpulkan 30 poin lebih banyak dibandingkan Martin pada seri Qatar untuk mengunci gelar. Apabila syarat itu belum terpenuhi, penentuan gelar dapat berlanjut ke seri Portugal.
Dengan demikian, MotoGP Qatar menghadirkan dua perhatian sekaligus, yaitu keberlanjutan balapan di tengah kekhawatiran keamanan serta persaingan gelar juara dunia yang mendekati penentuan.
(avn/lex)




























