JAKARTA, iFakta.co – Sebanyak 14.324 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi demonstrasi di sejumlah titik Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026). Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi diminta memperhitungkan potensi kepadatan lalu lintas dan menyesuaikan perjalanan.
Personel yang disiagakan terdiri atas unsur TNI, Polri, serta instansi terkait. Pengamanan dilakukan di sejumlah kawasan yang menjadi titik penyampaian aspirasi, termasuk kompleks DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), dan Tugu Tani.
Petugas juga menyiapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional. Pengaturan tersebut dapat berubah mengikuti kondisi massa dan situasi di lapangan. Pengendara sebaiknya memperhatikan informasi resmi kepolisian sebelum melintasi kawasan tersebut.
Iklan
Aksi pada Hari Sumpah Pemuda ini melibatkan sejumlah elemen mahasiswa dan kelompok masyarakat. Di kawasan Bundaran HI, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mulai berdatangan pada Rabu siang. Massa membawa bendera, poster, dan spanduk yang memuat tuntutan mereka.
Sejumlah tuntutan yang disuarakan berkaitan dengan penetapan status bencana nasional, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk kepentingan rakyat, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penghentian militerisasi ruang sipil.
Selain di Bundaran HI, aktivitas penyampaian aspirasi juga terpantau di sekitar Patung Kuda dan kawasan kompleks parlemen. Pergerakan massa di setiap lokasi dapat memengaruhi kondisi jalan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Kepolisian mengimbau seluruh pihak menjaga ketertiban dan fasilitas umum selama aksi berlangsung. Masyarakat yang menyampaikan aspirasi diharapkan menghormati hak pengguna ruang publik lainnya, termasuk warga yang bekerja, bersekolah, atau menjalankan kegiatan sehari-hari.
Bagi warga yang hendak menuju Jakarta Pusat, langkah antisipatif dapat dilakukan dengan memeriksa pembaruan lalu lintas dari kanal resmi kepolisian, menyediakan waktu perjalanan tambahan, dan mempertimbangkan rute alternatif apabila kawasan tujuan mengalami kepadatan.
Informasi mengenai rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Karena itu, pengendara perlu mengikuti rambu sementara dan arahan petugas di lokasi, serta tidak memaksakan diri menerobos titik pengamanan atau kerumunan massa.
Perkembangan aksi dan dampaknya terhadap mobilitas warga masih dapat berubah sepanjang hari. Masyarakat disarankan memantau pembaruan resmi agar dapat menyesuaikan perjalanan dan tetap mengutamakan keselamatan.
(wl/wl)


























