SEMARANG, ifakta.co – Catatan tak terkalahkan Bhayangkara FC di BRI Super League 2026/2027 akhirnya terhenti. The Guardians of Saburai menyerah 0-2 saat bertandang ke markas Java United FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026) malam WIB.
Java United mengamankan kemenangan melalui gol Yakob Sayuri pada menit ke-11 dan Lukas Brambilla pada menit ke-88. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Bhayangkara FC setelah sebelumnya mencatatkan dua kemenangan dan lima hasil imbang.
Kekalahan itu membuat tim asuhan Oscar Bruzon tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 11 poin. Sebaliknya, kemenangan tersebut memperpanjang catatan positif Java United yang belum terkalahkan dalam empat pertandingan kandang di Stadion Jatidiri.
Seusai pertandingan, Bruzon mengakui timnya mampu menguasai sejumlah aspek permainan, terutama setelah jeda. Namun, dominasi tersebut tidak diikuti efektivitas saat memasuki area pertahanan lawan.
Bruzon Akui Bhayangkara Kurang Efektif
Pelatih asal Spanyol itu menilai Bhayangkara FC sebenarnya mampu membangun serangan dan menciptakan peluang. Masalah utama timnya terletak pada penyelesaian akhir yang tidak menghasilkan gol.
“Kami mendominasi permainan, memasukkan banyak bola ke kotak penalti, dan melakukan tembakan,” kata Oscar Bruzon.
Ia kemudian menegaskan persoalan yang membuat timnya gagal mengubah dominasi menjadi hasil positif.
“Perbedaannya, kami tidak efektif di kotak penalti lawan,” imbuh juru taktik asal Spanyol.
Bruzon juga menyoroti gol pembuka Java United yang lahir melalui serangan balik. Menurutnya, celah di sisi kanan pertahanan Bhayangkara berhasil dimanfaatkan tuan rumah untuk mengubah kedudukan.
“Lawan memanfaatkan celah di sisi kanan kami dan berhasil mencetak gol pembuka. Dari situ, permainan menjadi lebih sulit bagi kami,” ujar Oscar Bruzon.
Evaluasi untuk Laga Berikutnya
Bhayangkara FC tetap berusaha mengejar ketertinggalan, khususnya setelah turun minum. Tim tersebut beberapa kali menguasai aliran bola dan melepaskan tembakan, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Java United.
Bruzon kembali menekankan bahwa efektivitas di kedua kotak penalti menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
“Kami banyak melepaskan tembakan, mendominasi aliran bola, tetapi perbedaannya terletak pada efektivitas di kedua kotak penalti,” tutur Oscar Bruzon.
Ia menilai Java United mampu memaksimalkan peluang yang didapat, sementara Bhayangkara gagal melakukan hal serupa. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi timnya untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Lawan berhasil mengapitalisasi dua peluang yang mereka miliki menjadi gol melalui serangan balik. Ini adalah evaluasi bagi kami, karena di sepak bola dominasi saja tidak cukup, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan,” tukas pelatih berusia 49 tahun.
(arv/lex)
























