JAKARTA, ifakta.co – Perilaku mencuri tidak selalu muncul karena seseorang ingin mendapatkan keuntungan materi. Pada kondisi tertentu, seseorang justru mengambil barang milik orang lain karena kesulitan mengendalikan dorongan dalam dirinya. Kondisi tersebut dikenal sebagai kleptomania.
Kleptomania merupakan gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang sulit menahan keinginan untuk mengambil barang yang bukan miliknya. Dorongan tersebut dapat muncul secara tiba-tiba, bahkan ketika orang tersebut tidak membutuhkan barang yang hendak diambil.
Seseorang dengan kleptomania juga tidak selalu mencuri barang bernilai tinggi. Sebaliknya, mereka bisa mengambil benda sederhana yang sebenarnya tidak memiliki kegunaan bagi dirinya. Perilaku ini dapat muncul di toko, supermarket, tempat keramaian, hingga rumah teman atau kenalan.
Iklan
Kondisi tersebut termasuk gangguan kontrol impuls. Artinya, penderita mengalami kesulitan mengendalikan dorongan, emosi, atau perilaku tertentu meskipun memahami konsekuensinya.
Kleptomania umumnya mulai muncul pada masa remaja. Namun, gangguan ini juga dapat berkembang ketika seseorang memasuki usia dewasa. Jika tidak memperoleh penanganan yang tepat, kleptomania dapat mengganggu kehidupan sosial, hubungan keluarga, dan pekerjaan. Bahkan, rasa bersalah yang terus menumpuk dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental lainnya.
Penyebab Kleptomania
Hingga kini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti kleptomania. Namun, sejumlah penelitian menduga gangguan ini berkaitan dengan perubahan aktivitas zat kimia atau neurotransmiter di dalam otak.
Neurotransmiter berperan penting dalam mengatur suasana hati, emosi, motivasi, dan perilaku seseorang. Ketidakseimbangan zat tersebut diduga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan dorongan.
Beberapa faktor biologis yang diduga memiliki hubungan dengan kleptomania meliputi:
1. Perubahan kadar serotonin
Serotonin merupakan zat kimia otak yang membantu mengatur suasana hati dan emosi. Ketika kadarnya mengalami perubahan, seseorang mungkin lebih kesulitan mengendalikan perilaku impulsif.
2. Gangguan sistem opioid
Sistem opioid otak berperan dalam mengatur rasa senang dan respons terhadap dorongan tertentu. Ketidakseimbangan sistem ini diduga membuat seseorang lebih sulit menahan keinginan untuk mencuri.
3. Perubahan aktivitas dopamin
Dopamin berhubungan dengan motivasi, penghargaan, dan perasaan senang. Perubahan aktivitas dopamin diduga dapat memengaruhi dorongan seseorang untuk mengulangi perilaku tertentu.
Meskipun demikian, faktor-faktor tersebut belum membuktikan bahwa ketidakseimbangan zat kimia otak menjadi satu-satunya penyebab kleptomania.
Faktor Risiko Kleptomania
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami gangguan ini. Beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kleptomania.
Berikut sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian:
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kleptomania.
- Memiliki keluarga dengan riwayat kecanduan alkohol atau penyalahgunaan narkoba.
- Mengalami gangguan depresi.
- Memiliki gangguan bipolar.
- Mengalami gangguan kecemasan.
- Memiliki gangguan kepribadian tertentu.






















