NGANJUK, ifakta.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-10 dengan menggelar doa bersama dan refleksi organisasi di kantor sekretariat PWI Nganjuk, Jalan Dermojoyo Nomor 35 A, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan satu dekade organisasi, momentum tersebut juga menjadi ajang mengenang jasa para perintis PWI Nganjuk, khususnya almarhum Ristika Wahyu Prasetyo, ketua pertama PWI Nganjuk.

Perwakilan pengurus, Pakde Kamto, mengatakan bahwa doa bersama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki peran penting dalam merintis dan meletakkan fondasi organisasi wartawan di Kabupaten Nganjuk.

“Acara ini tidak hanya sebagai bentuk syukur atas perjalanan organisasi, tetapi juga ditujukan untuk mendoakan almarhum Ristika Wahyu Prasetyo selaku ketua PWI Nganjuk yang pertama,” ujarnya.

Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jatikusumo, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang kini memasuki usia sepuluh tahun. Dia berharap PWI Nganjuk semakin berkembang, solid, dan mampu memperkuat kontribusinya dalam dunia jurnalistik.

“Alhamdulillah, semoga PWI Nganjuk terus berkembang, menjadi sebuah organisasi besar di bidang jurnalistik yang selalu menyuarakan kabar atau berita untuk mewakili aspirasi masyarakat,” ungkap Bagus.

Menurut Bagus, perjalanan PWI Nganjuk selama satu dekade tidak terlepas dari semangat kebersamaan, dedikasi, dan kontribusi seluruh anggota. Mereka memiliki peran penting dalam membangun sekaligus menjaga eksistensi organisasi hingga saat ini.

Karena itu, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berjuang dan berjalan bersama sejak awal berdirinya PWI Nganjuk.

“Tidak banyak kata yang saya bisa utarakan. Terima kasih, sahabat-sahabat sudah bersama-sama membersamai adanya PWI Nganjuk,” tuturnya.

Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, peringatan satu dekade PWI Nganjuk menjadi momentum evaluasi dan refleksi perjalanan organisasi. Penghormatan kepada para pendahulu sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalisme, integritas, dan solidaritas merupakan fondasi penting dalam menjaga marwah pers.

Ke depan, PWI Nganjuk diharapkan semakin kuat sebagai wadah profesi wartawan, sekaligus konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Menutup sambutannya, Bagus menyampaikan harapan singkat yang mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota.

“Dan satu kata terakhir, PWI Nganjuk semakin kompak,” pungkasnya.

(may/mby)