JAKARTA, ifakta.co – Komitmen Universitas Negeri Jakarta dalam mewujudkan “Kampus Berdampak” mendapat pengakuan dari berbagai mitra strategis. Selain itu, para mitra menilai program pengabdian UNJ mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

Mitra Soroti Transformasi dan Peran Strategis UNJ

UNJ menunjukkan komitmennya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung pada Kamis (23/4), di Aula Bung Hatta, Kampus A. Dalam forum tersebut, para mitra menyampaikan pengalaman langsung terkait dampak kehadiran sivitas akademika UNJ.

Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang Wihana, membuka pernyataannya dengan mengutip semboyan R. A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”. Ia mengaku terkejut melihat perkembangan UNJ saat ini.

Iklan

“Saya baru tahu ternyata UNJ sekarang memiliki program studi non-kependidikan yang lumayan banyak. Ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Selama ini, ada stigma bahwa perguruan tinggi hanya berkutat pada kepentingan akademik semata. Untuk mematahkan itu, kolaborasi adalah kuncinya,” ungkap Dadang Wihana.

Selain itu, ia melihat potensi besar dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FMIPA, hingga Fakultas Teknik dengan program vokasi. Oleh karena itu, ia mendorong UNJ memperluas kontribusi pada isu-isu strategis dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Lebih lanjut, ia juga mengajak UNJ untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah.
“Kami mengundang UNJ untuk hadir ke Kota Depok. Kami sangat terbuka menjadikan Depok sebagai laboratorium hidup (living lab) bagi riset dan pengabdian UNJ,” ujarnya.

Program UNJ Angkat Martabat dan Ekonomi Warga

Apresiasi juga datang dari Ageng Darmintono yang pernah menjabat sebagai Kepala UPRS VII. Ia menilai konsep “Berdampak” yang diusung UNJ benar-benar terasa di masyarakat.

“Ada tiga prinsip yang saya lihat dari UNJ: Berdata, Berdaya, dan Berdampak. Ketiga hal ini sudah secara nyata dilakukan UNJ di rusun kami, khususnya di Rusunawa Jatinegara Kaum,” tutur Ageng.

Menurutnya, program literasi yang dijalankan UNJ tidak hanya menambah pengetahuan warga. Sebaliknya, program tersebut juga meningkatkan martabat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

“Hanya dengan pendidikan kita bisa melawan kemiskinan ekstrem. UNJ telah memberikan literasi dan martabat bagi warga DKI Jakarta,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap UNJ terus memperluas jangkauan pengabdian ke wilayah lain. Ia bahkan mengajak UNJ mengembangkan program serupa di Bekasi.

“Saya juga ingin mengajak UNJ hadir di Jatiasih, Bekasi, untuk merintis kegiatan berdampak lainnya, seperti pembentukan Sekolah Lansia,” pungkasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Dampak

Melalui forum ini, UNJ memperlihatkan peran aktifnya dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Selain itu, berbagai testimoni mitra menunjukkan bahwa program pengabdian UNJ mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dengan semakin banyaknya undangan kerja sama dari berbagai daerah, UNJ memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, kampus ini terus mendorong inovasi dan kolaborasi agar dampak yang dihasilkan semakin luas dan berkelanjutan.

(naf/kho)