JAKARTA, ifakta.co – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Studium Generale bersama delegasi International Peace Mission Foundation dari Uni Emirat Arab (UEA). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Maftuchah Yusuf, Kampus A,.Rabu (29/4).

Pada kesempatan itu, Sivitas akademika, khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, juga ikut menghadiri acara tersebut.

Sejak awal, penyelenggara menghadirkan forum ini sebagai ruang dialog terbuka. Peserta bertukar gagasan, menyatukan pandangan, dan membahas upaya membangun dunia yang damai dan adil.

Iklan

Pendidikan dan Media Jadi Kunci Perdamaian

Reda Abdussalam Ibrahim Ali, Anggota Parlemen Republik Arab Mesir, memaparkan peran pendidikan dan media dalam diplomasi perdamaian. Setelah itu, Abdul Radhy Muhammad Abdul Muhsin Ridhwan dari Universitas Kairo membahas persoalan kemanusiaan global.

Selain dua narasumber utama, delegasi Timur Tengah juga hadir. Mereka antara lain Tamer Saad Ibrahim Khidir, Muhammad Hanafi Muhammad Ahmad Alsyintawk, dan Muhammad Abdelhay Muhammad Al Orabi. Kehadiran mereka memperkuat sudut pandang global dalam diskusi.

Kampus Harus Aktif Hadapi Isu Global

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, menegaskan peran penting perguruan tinggi. Ia menilai kemajuan teknologi belum selalu diikuti harmoni sosial.

“Perdamaian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan dan kemajuan peradaban manusia,” ujarnya.

Ia juga mendorong perubahan cara pandang dalam dunia pendidikan.

“Perubahan ini harus diwujudkan melalui pembaruan sistem pendidikan, penguatan narasi budaya, serta praktik kelembagaan yang mendorong kehidupan yang harmonis,” tambahnya.

Kolaborasi Global Diperkuat

Ketua International Peace Mission Foundation UEA, Majdy Tantawi, mengapresiasi kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi dengan UNJ sangat strategis.

“Kami sangat bahagia dan merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta sebagai institusi pendidikan yang besar dalam upaya menyebarkan nilai-nilai perdamaian,” ungkapnya.

Ia menjelaskan rencana program lanjutan. Salah satunya lomba penelitian mahasiswa tentang pemahaman Al-Qur’an.

“Kami akan menyelenggarakan lomba penelitian bagi mahasiswa dan memberikan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keilmuan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya akan menyalurkan buku berbahasa Arab dan terjemahannya ke UNJ.

Menutup pernyataannya, Majdy menegaskan komitmen lembaganya.

“Kami berkomitmen membangun jembatan persaudaraan tanpa membedakan agama maupun latar belakang, karena dengan cinta dan nilai kemanusiaan, dunia dapat hidup dalam kedamaian,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, UNJ memperkuat peran globalnya. Kampus juga mendorong kolaborasi nyata, bukan sekadar diskusi. Selain itu, forum ini membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam isu perdamaian

(naf/kho)