JAKARTA, Ifakta.co – Fenomena suprnatural menghebohkan penghuni salah satu apartemen mewah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada pertengahan April 2026. Kejadian ganjil ini bermula saat sistem lift gedung terus-menerus berhenti di lantai 13, meskipun lantai tersebut secara resmi tidak terdaftar dalam tombol akses lift dan dalam kondisi kosong tanpa penghuni.
Meskipun aksi ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) gedung dan menunjukkan pintu lift terbuka berkali-kali seperti ada seseorang yang masuk, meski lorong terlihat sangat sepi dan gelap.
Kronologi Kejadian di Lokasi Asli
Teror ini memuncak pada malam 20 April 2026, ketika seorang petugas keamanan sedang melakukan patroli rutin. Ia melaporkan bahwa ia mendengar suara aktivitas langkah kaki yang sangat berat dan tawa lirih dari balik dinding koridor lantai tersebut.
Iklan
Pihak pengelola gedung sempat melakukan pengecekan menyeluruh, namun mereka hanya menemukan suhu udara yang turun secara drastis hingga 15°C di area koridor, jauh di bawah suhu normal gedung yang terkontrol.
Fakta-fakta mencekam dari lokasi meliputi:
- Waktu Kejadian : April 2026.
- Lokasi Spesifik : Menara Apartemen di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
- Fenomena : Gangguan elektronik massal dan penurunan suhu ekstrem yang tidak terjelaskan secara teknis.
Seorang ahli parapsikologi yang didatangkan oleh penghuni berpendapat bahwa gedung tersebut berdiri di atas lahan yang memiliki sejarah sengketa masa lalu yang kelam. Ia menilai bahwa residu energi dari peristiwa puluhan tahun silam terpicu oleh aktivitas pembangunan infrastruktur baru di sekitar lokasi tersebut.
Hingga saat ini, beberapa penghuni memilih untuk mengosongkan unit mereka sementara waktu. Pihak manajemen gedung kini sedang mengupayakan audit teknis sekaligus melakukan pendekatan budaya lokal guna menenangkan situasi.
Berita ini mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang tidak berdasar di media sosial. Melalui literasi informasi yang benar, publik diharapkan dapat memandang fenomena ini secara objektif tanpa harus terjebak dalam kepanikan massal.
(fa/fza)

