BANYUMAS, ifakta.co – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menambah tenaga kesehatan profesional di bidang kefarmasian. Melalui Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes), kampus tersebut melantik 55 apoteker baru dalam Upacara Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XVII yang berlangsung pada Kamis (4/6).

Momentum tersebut tidak hanya menandai berakhirnya proses pendidikan profesi para lulusan. Selain itu, kegiatan itu juga menjadi awal perjalanan mereka untuk mengemban tanggung jawab sebagai apoteker yang profesional, kompeten, dan berintegritas dalam melayani masyarakat.

Sebanyak 55 apoteker yang mengikuti pengambilan sumpah terdiri atas 5 laki-laki dan 50 perempuan. Para lulusan juga mencatatkan capaian akademik yang membanggakan. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,75 dengan rata-rata masa studi 1,2 tahun.

Iklan

Selain itu, sebanyak 25 lulusan meraih predikat Dengan Pujian, 25 lulusan memperoleh predikat Sangat Memuaskan, dan 5 lulusan mendapatkan predikat Memuaskan. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi kualitas akademik yang berhasil dibangun selama proses pendidikan profesi.

Kelulusan Uji Kompetensi Capai 100 Persen

Ketua Jurusan Farmasi Unsoed, Dr.nat.techn. apt. Hendri Wasito, M.Sc., mengatakan salah satu pencapaian yang paling membanggakan pada angkatan ini ialah tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (Ukomnas PDPA).

Menurutnya, seluruh peserta first taker berhasil menyelesaikan ujian kompetensi dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.

“Kelulusan 100 persen pada first taker Ukomnas PDPA menjadi bukti kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan PSPPA Farmasi Unsoed dalam memasuki dunia profesi. Semoga capaian ini menjadi bekal untuk mengabdi secara kompeten, profesional, dan berintegritas sebagai Apoteker Generasi Soedirman,” ujarnya.

Selain menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut, Hendri juga mengingatkan para apoteker baru agar selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Di samping itu, ia meminta para lulusan menjaga integritas serta memberikan pelayanan kefarmasian yang bertanggung jawab.

Apoteker Diminta Terus Mengembangkan Kompetensi

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., menegaskan bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang memperoleh gelar profesi.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan berlangsung sangat cepat. Karena itu, apoteker perlu terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan keterampilan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Dunia kerja menuntut kompetensi yang terus berkembang. Karena itu, para apoteker harus terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan menjaga profesionalisme agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks,” katanya.

Selain menekankan pentingnya pengembangan kompetensi, Noor Farid juga mengajak para lulusan memanfaatkan media sosial secara bijak. Ia menilai profesionalisme harus berjalan seiring dengan nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Profesi Apoteker Bukan Sekadar Pekerjaan

Sementara itu, Dekan FIKes Unsoed, Prof. Dr.sc.hum. Budi Aji, S.K.M., M.Sc., menegaskan bahwa profesi apoteker memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

Menurutnya, seorang apoteker tidak hanya bertugas memberikan pelayanan terkait obat-obatan. Lebih dari itu, profesi tersebut juga mengandung nilai kemanusiaan yang tinggi karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup pasien.

“Menjadi apoteker bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjalankan amanah kemanusiaan. Masyarakat membutuhkan apoteker yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian tinggi terhadap pasien,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan tenaga apoteker terus meningkat seiring berkembangnya sektor kesehatan nasional. Selain bekerja di bidang pelayanan kesehatan, para lulusan juga memiliki peluang berkarier dalam riset, pengembangan obat, industri farmasi, hingga inovasi teknologi kesehatan.

Karena itu, Budi Aji mendorong para apoteker baru untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan maupun keterlibatan dalam berbagai penelitian kefarmasian.

Jadikan Sumpah Apoteker sebagai Pedoman Pengabdian

Mewakili para lulusan, apt. Andara Galuh, S.Farm., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Angkatan XVII menyelesaikan pendidikan profesi apoteker.

Ia mengenang berbagai tantangan akademik dan pengalaman praktik lapangan yang mereka jalani selama masa pendidikan. Menurutnya, seluruh proses tersebut turut membentuk karakter profesional para lulusan.

Andara juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, preseptor, orang tua, keluarga, dan rekan sejawat yang selama ini memberikan dukungan dalam perjalanan pendidikan mereka.

“Terima kasih atas doa, dukungan, dan kepercayaan yang tidak pernah putus. Sumpah apoteker yang kami ucapkan hari ini akan menjadi kompas yang menuntun setiap langkah pengabdian kami di masa depan,” tambahnya.

Upacara pengambilan sumpah tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Balai Besar POM Banyumas, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Purbalingga, serta sejumlah perguruan tinggi mitra yang selama ini menjalin kerja sama dengan Unsoed.

(naf/ex)

Iklan