BANYUMAS, ifakta.co – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional terus berkembang. Kali ini, Program Studi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menerima kunjungan tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan tersebut membuka peluang riset bersama sekaligus memperkuat pengembangan pendidikan di bidang pertanian.
Kunjungan itu menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Genetic Diversity and Structure Pattern of Indonesian Wild Banana (Musa acuminata Colla) for Germplasm Conservation and Future Banana Breeding” yang berlangsung di Jawa Tengah pada 3–14 Juni 2026.
Dari pihak Unsoed hadir Ketua Program Studi Proteksi Tanaman Prof. Ir. Loekas Soesanto bersama Dr. Ruth Feti Rahayuniat, Woro Sri Suharti, serta Agus Suroto.
Iklan
Sementara itu, tim BRIN terdiri atas Dr. Fajarudin Ahmad, Nur Laili, Rini Riffiani, Entis Sutisna, Dr. Lulut Dwi Sulistyaningsih, dan Dr. Tri Handayani.
Bahas Penguatan Riset Pertanian
Tim BRIN memulai kegiatan dengan memaparkan berbagai program penelitian yang sedang berjalan. Mereka menjelaskan arah riset di bidang proteksi tanaman, konservasi sumber daya genetik, dan teknologi pertanian.
Selanjutnya, para peserta berdiskusi mengenai tantangan riset sekaligus peluang pengembangan inovasi pada masa mendatang. Mereka juga mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian nasional.
Ketua Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed, Prof. Ir. Loekas Soesanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seperti ini akan memperkuat kapasitas riset sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kunjungan tim peneliti BRIN ini memberikan ruang yang sangat berharga bagi kami untuk memperluas jejaring kolaborasi riset sekaligus memperoleh masukan dalam pengembangan kurikulum. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian,” ujar Prof. Loekas.
Kurikulum Menyesuaikan Kebutuhan Dunia Riset
Selain membahas penelitian, kedua pihak juga mengkaji pengembangan kurikulum Program Studi Proteksi Tanaman. Tim BRIN memberikan berbagai masukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Mereka menekankan pentingnya penguasaan biologi molekuler, konservasi sumber daya genetik, dan teknologi hayati. Ketiga bidang tersebut kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia penelitian modern.
Dalam pembahasan tersebut, para peserta juga menyoroti sejumlah mata kuliah penting. Metabolit Sekunder, Bioteknologi, dan Biosafety dinilai mampu memperkuat kemampuan mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja maupun lembaga riset.
Selain itu, penyesuaian kurikulum akan membantu mahasiswa memahami perkembangan teknologi pertanian secara lebih komprehensif.
Program Studi Proteksi Tanaman Unsoed terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan dan penelitian yang berkualitas. Karena itu, kolaborasi dengan BRIN diharapkan terus berkembang melalui berbagai program bersama.
Kerja sama tersebut tidak hanya membuka peluang penelitian baru, tetapi juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan inovasi teknologi pertanian.
Melalui sinergi ini, Unsoed dan BRIN berharap dapat melahirkan inovasi yang menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan konservasi plasma nutfah pisang liar Indonesia sebagai sumber genetik penting bagi pengembangan varietas unggul pada masa depan.
(naf/lex)



