JAKARTA, ifakta.co – Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan aturan baru terkait batas konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan MBG wajib dikonsumsi paling lambat empat jam setelah matang.
BGN menerapkan ketentuan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program.
Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar meminta sekolah dan peserta didik ikut memastikan makanan MBG dikonsumsi sesuai batas waktu yang tercantum pada label.
Iklan
“BGN telah memberlakukan label makanan yang wajib dikonsumsi empat jam setelah makanan itu matang. Kami mengimbau para siswa, peserta didik, dan juga memohon kepada bapak/ibu guru untuk sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi,” ujar Mas Dar di Jakarta pada Selasa, (11/8).
Menurut Sudaryono, pengecekan waktu konsumsi menjadi langkah sederhana yang penting untuk menjaga keamanan makanan. Karena itu, sekolah dan peserta didik perlu memperhatikan waktu yang tertera sebelum menyantap makanan MBG.
BGN juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang sudah melewati batas waktu tersebut. Langkah ini diperlukan untuk mencegah risiko keamanan pangan yang dapat muncul akibat makanan dikonsumsi setelah melewati waktu yang ditentukan.
“Apabila lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi jika melewati jam batas yang ditentukan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan program MBG, BGN menempatkan keamanan pangan sebagai salah satu prioritas utama. Artinya, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga harus aman saat dikonsumsi.
Karena itu, penerapan batas konsumsi MBG membutuhkan kepatuhan dari seluruh pihak. Sekolah, guru, dan peserta didik memiliki peran penting dalam memastikan aturan tersebut berjalan dengan baik.
BGN berharap kepatuhan terhadap waktu konsumsi dapat memperkuat pengawasan sekaligus mengurangi risiko terhadap keamanan pangan.
Dengan demikian, program MBG dapat memberikan manfaat secara optimal kepada para penerima.
“MBG ini harus aman dan bergizi. Insyaallah kami, BGN, terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring, dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik,” ucap Sudaryono.
(mam/mam)



