JAKARTA, ifakta.co – Memilih parfum bukan hanya soal menemukan aroma yang terasa enak. Jenis parfum juga menentukan seberapa kuat aroma muncul dan berapa lama wanginya bertahan.

Karena itu, satu parfum bisa terasa sangat berbeda dari produk lain. Perbedaan tersebut biasanya berkaitan dengan konsentrasi minyak pewangi dan bahan pelarut yang digunakan.

Selain konsentrasi, kebutuhan pemakaian juga perlu menjadi pertimbangan. Parfum untuk aktivitas sehari-hari tentu tidak selalu cocok untuk acara malam atau kegiatan formal.

Iklan

Kamu juga perlu mengenali karakter aroma sebelum membeli. Dengan begitu, pilihan parfum bisa terasa lebih sesuai dengan selera dan aktivitas.

Kenali Jenis Parfum Berdasarkan Konsentrasinya

Konsentrasi minyak pewangi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketahanan aroma. Semakin tinggi konsentrasinya, umumnya semakin kuat dan lama aroma bertahan.

Berikut beberapa jenis parfum yang umum kamu temukan.

1. Eau de Toilette

Eau de Toilette atau EDT memiliki konsentrasi minyak pewangi sekitar 5–15 persen. Karakternya cenderung lebih ringan daripada parfum dengan konsentrasi tinggi.

Karena itu, EDT cocok untuk aktivitas harian. Kamu bisa menggunakannya saat bekerja, kuliah, bepergian, atau bertemu teman.

Namun, aromanya dapat memudar lebih cepat. Kamu mungkin perlu menggunakannya kembali setelah beberapa waktu.

2. Extrait de Parfum

Extrait de Parfum memiliki konsentrasi minyak pewangi paling tinggi dalam daftar ini, yakni sekitar 35–45 persen.

Konsentrasi tersebut membuat aromanya cenderung kuat dan tahan lama. Karena itu, jenis ini cocok bagi orang yang menyukai aroma intens.

Namun, aroma yang kuat juga bisa terasa terlalu menyengat bagi sebagian orang. Selain itu, beberapa bahan pewangi dapat memicu iritasi pada kulit tertentu.

3. Eau Fraiche

Eau Fraiche memiliki konsentrasi minyak pewangi sekitar 1–3 persen. Jenis ini menawarkan aroma ringan untuk memberikan kesan segar dalam waktu relatif singkat.

Berbeda dari banyak jenis parfum lain, Eau Fraiche umumnya menggunakan air sebagai pelarut utama, bukan alkohol dalam kadar tinggi.

Karena konsentrasinya rendah, aromanya cenderung cepat memudar. Kamu mungkin perlu mengaplikasikannya kembali sepanjang hari.

4. Eau de Parfum

Eau de Parfum atau EDP memiliki konsentrasi minyak pewangi sekitar 15–25 persen.

Jenis ini menawarkan aroma yang cukup kuat tanpa seintens Extrait de Parfum. Karena itu, banyak orang memilih EDP untuk aktivitas yang membutuhkan aroma lebih tahan lama.

EDP juga bisa menjadi pilihan untuk kegiatan tatap muka atau acara tertentu.

5. Eau de Cologne

Eau de Cologne atau EDC memiliki konsentrasi minyak pewangi sekitar 2–4 persen. Aromanya relatif ringan dan biasanya tidak bertahan selama EDT atau EDP.

Karena karakter tersebut, EDC cocok bagi kamu yang menyukai aroma segar dan tidak terlalu kuat. Kamu mungkin perlu mengaplikasikannya kembali setelah beberapa jam.

6. Parfum

Parfum memiliki konsentrasi minyak pewangi sekitar 25–35 persen. Kandungan tersebut membuat aromanya kuat dan dapat bertahan cukup lama.

Namun, aroma yang intens tidak selalu cocok untuk semua situasi. Ruangan sempit atau tempat ramai, misalnya, membutuhkan penggunaan parfum secara lebih bijak.

7. Eau de Senteur

Eau de Senteur termasuk jenis pewangi yang lebih jarang orang temukan. Produk ini umumnya menyasar anak kecil dan tidak menggunakan alkohol sebagai pelarut.

Namun, penggunaan produk beraroma pada anak tetap membutuhkan perhatian. Untuk anak kecil, orang tua sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan produk dan menghindari pemakaian langsung pada kulit jika produk memang tidak menyarankannya.

8. Splash dan Aftershave

Splash dan aftershave umumnya hadir sebagai produk penyegar setelah bercukur atau mandi. Kandungan minyak pewanginya relatif rendah.

Karena itu, aromanya cenderung ringan dan tidak bertahan sepanjang hari. Produk seperti ini lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari ketika seseorang menginginkan kesan segar.

5 Tips Memilih Parfum agar Tidak Salah Pilih

1. Coba Langsung Sebelum Membeli

Aroma parfum dapat terasa berbeda pada setiap orang. Kondisi kulit, suhu tubuh, serta interaksi dengan kulit dapat memengaruhi hasil akhirnya.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan aroma pada kertas tester. Jika memungkinkan, coba parfum pada kulit dan tunggu beberapa saat.

Dengan cara tersebut, kamu bisa mengetahui perkembangan aroma dari awal hingga beberapa waktu setelah pemakaian.

2. Pertimbangkan Aktivitas dan Tempat

Parfum untuk kantor tidak harus sama dengan parfum untuk pesta. Begitu pula parfum untuk aktivitas luar ruangan tidak selalu cocok untuk ruangan tertutup.

Untuk kegiatan santai, aroma ringan dan segar bisa menjadi pilihan. Sementara itu, aroma yang lebih kompleks dapat kamu pertimbangkan untuk acara tertentu.

Selain itu, sesuaikan jumlah semprotan dengan kondisi tempat. Aroma yang terlalu kuat bisa mengganggu orang lain.

3. Tentukan Anggaran Sejak Awal

Harga parfum sangat beragam. Karena itu, tentukan budget sebelum mencari produk.

Jangan langsung menganggap parfum mahal pasti cocok dengan selera. Sebaliknya, fokus pada aroma, kenyamanan, dan kebutuhan pemakaian.

Cara ini juga membantu kamu menghindari pembelian impulsif.

4. Perhatikan Respons Kulit

Parfum dapat memicu reaksi pada sebagian orang. DermNet menjelaskan bahwa bahan pewangi dapat memicu dermatitis kontak pada orang tertentu.

Karena itu, perhatikan kondisi kulit setelah memakai parfum. Jika muncul gatal, kemerahan, ruam, atau iritasi, hentikan pemakaian produk tersebut.

Jangan pula mengabaikan reaksi yang berat. Jika muncul kesulitan bernapas, pembengkakan, atau keluhan serius lain, segera cari pertolongan medis.

5. Baca Komposisi dan Ulasan Produk

Sebelum membeli, baca informasi produk dengan teliti. Perhatikan konsentrasi, karakter aroma, serta petunjuk penggunaan.

Selain itu, kamu bisa membaca ulasan dari pengguna lain. Namun, jangan menjadikan pengalaman orang lain sebagai patokan mutlak.

Aroma yang cocok bagi satu orang belum tentu terasa sama bagi orang lain. Karena itu, gunakan ulasan sebagai referensi awal, lalu tetap pertimbangkan pengalamanmu sendiri.

Pilih Parfum Sesuai Kebutuhan

Parfum menjadi bagian dari gaya personal. Karena itu, tidak ada satu jenis yang otomatis cocok untuk semua orang.

Jika kamu membutuhkan aroma tahan lama, parfum dengan konsentrasi minyak lebih tinggi bisa menjadi pertimbangan. Sebaliknya, jika kamu menyukai wangi ringan, EDT, EDC, atau Eau Fraiche mungkin lebih sesuai.

Namun, jangan lupa memperhatikan respons kulit dan kondisi lingkungan. Gunakan parfum secukupnya, terutama ketika kamu berada di ruang tertutup atau bersama banyak orang.

Dengan memahami jenis, konsentrasi, karakter aroma, dan kebutuhan pemakaian, kamu bisa memilih parfum secara lebih tepat. Jadi, bukan sekadar mencari wangi yang enak, tetapi juga menemukan produk yang nyaman untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Iklan