TANGERANG, ifakta.co – Masyarakat Kabupaten Tangerang meminta Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan seluruh pihak kontraktor untuk memasang dan memastikan papan informasi publik pada setiap proyek pembangunan infrastruktur.
Keberadaan papan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka sumber anggaran, nilai kontrak, nama perusahaan pelaksana, waktu pelaksanaan hingga jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan.
Permintaan tersebut mencuat menyusul temuan di lapangan, di mana sejumlah papan informasi proyek pada ruas pekerjaan infrastruktur di wilayah Kronjo disebut sudah tidak terlihat atau telah dicabut.
Iklan
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena pada beberapa lokasi pekerjaan ditemukan persoalan pada hasil betonisasi, termasuk permukaan beton yang mengalami keretakan dan pecah-pecah.
Masyarakat mempertanyakan mengapa papan informasi yang seharusnya menjadi bagian dari keterbukaan pelaksanaan proyek justru tidak terpasang secara konsisten di lokasi pekerjaan.
“Papan informasi itu penting supaya masyarakat tahu proyek ini anggarannya dari mana, nilainya berapa, siapa kontraktornya dan kapan selesai. Kalau papan tidak ada, masyarakat tentu kesulitan melakukan pengawasan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pantauan ifakta.co di sejumlah lokasi juga menemukan adanya variasi kondisi pekerjaan betonisasi. Selain persoalan keretakan pada beberapa titik, terdapat pula pekerjaan yang secara kasatmata perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut terkait tahapan pelaksanaan dan spesifikasi teknisnya.
Karena itu, masyarakat meminta Kadis DBMSDA Kabupaten Tangerang tidak hanya memastikan papan informasi kembali terpasang, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan yang mengalami kerusakan.
Keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pengawasan pembangunan yang bersumber dari uang rakyat. Dengan informasi proyek yang jelas dan dapat dibaca publik, masyarakat, media maupun lembaga pengawasan dapat ikut memantau pelaksanaan pekerjaan hingga selesai.
Warga berharap DBMSDA segera melakukan evaluasi dan memberikan instruksi tegas kepada seluruh kontraktor agar papan informasi publik tidak sekadar dipasang pada awal pekerjaan, tetapi tetap tersedia selama proyek berlangsung.
Terlebih, ketika ditemukan pekerjaan yang mengalami kerusakan sebelum masa pelaksanaan berakhir, transparansi mengenai kontraktor, nilai pekerjaan dan pihak yang bertanggung jawab menjadi semakin penting untuk diketahui masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi lebih lanjut kepada pihak DBMSDA Kabupaten Tangerang terkait hilangnya sejumlah papan informasi proyek serta langkah terhadap pekerjaan betonisasi yang mengalami keretakan masih diperlukan.
(sib/lex)



