TANGERANG, ifakta.co – Pelaksanaan sejumlah proyek betonisasi jalan yang berada di bawah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan. Pantauan ifakta.co di sejumlah titik pekerjaan menemukan adanya perbedaan kondisi fisik pekerjaan, mulai dari ketebalan beton, penggunaan besi dowel, hingga lapisan dasar atau B0 yang diduga tidak seragam.
Temuan tersebut menjadi pertanyaan serius karena pekerjaan jalan menggunakan anggaran pemerintah daerah dan seharusnya dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, serta standar mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Berdasarkan informasi teknis yang diperoleh, ketebalan betonisasi yang menjadi acuan pekerjaan disebut mencapai 25 sentimeter, sementara lapisan dasar B0 sekitar 10 sentimeter. Dengan demikian, total struktur yang diharapkan berada di kisaran 35 sentimeter.
Iklan
Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang bervariatif. Pada sejumlah titik, ketebalan beton yang terukur tidak tampak seragam. Bahkan, terdapat lokasi yang terlihat tidak menggunakan besi dowel sebagaimana yang semestinya menjadi bagian dari konstruksi sambungan beton, serta hamparan lapisan dasar yang juga dipertanyakan.
Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari DBMSDA Kabupaten Tangerang, khususnya bidang yang menangani jalan dan jembatan, konsultan pengawas, PPTK, maupun pihak pelaksana pekerjaan.
Pasalnya, persoalan mutu konstruksi bukan hanya menyangkut tampilan fisik saat proyek selesai, tetapi berkaitan langsung dengan umur layanan jalan dan penggunaan uang negara.
Lebih jauh, adanya perbedaan pelaksana atau kontraktor pada sejumlah pekerjaan juga perlu menjadi perhatian. Jika spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak berbeda dengan kondisi aktual di lapangan, maka harus ada pemeriksaan dan pengukuran secara objektif untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan volume maupun mutu pekerjaan.
Pantauan ifakta.co tidak bermaksud menyimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Namun, apabila nantinya hasil pemeriksaan resmi menemukan adanya pengurangan volume, ketidaksesuaian spesifikasi, atau pekerjaan yang tidak memenuhi kontrak, kondisi tersebut tentu harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertanyaan publik kini mengarah kepada sejauh mana pengawasan DBMSDA Kabupaten Tangerang berjalan.
Sebab, jika pengawasan dilakukan secara ketat sejak pekerjaan dimulai, persoalan seperti ketebalan beton yang bervariasi, penggunaan dowel yang dipertanyakan, maupun lapisan B0 yang tidak terlihat sesuai spesifikasi seharusnya dapat segera dikoreksi sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah dan jajaran Bidang Jalan dan Jembatan diharapkan tidak sekadar menunggu laporan administratif dari kontraktor dan konsultan pengawas.
Pemeriksaan lapangan secara langsung, pengukuran volume secara terbuka, serta pengecekan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis menjadi penting untuk menjawab keresahan masyarakat.
Apalagi, sebelumnya Kabid Jalan dan Jembatan/Bangunan DBMSDA Kabupaten Tangerang H. Ardiansyah disebut pernah menegaskan bahwa pekerjaan beton yang mengalami kerusakan atau pecah pada tahap awal dapat dilakukan pembongkaran dan pengerjaan ulang.
Sikap tegas tersebut kini ditunggu penerapannya di lapangan.
Jika memang ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, masyarakat tentu berharap DBMSDA tidak ragu memberikan tindakan kepada pihak pelaksana, termasuk meminta perbaikan atau pembongkaran terhadap bagian pekerjaan yang tidak memenuhi standar kontrak.
Pengawasan proyek pemerintah bukan sekadar memastikan pekerjaan selesai. Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah APBD menghasilkan infrastruktur yang sesuai spesifikasi, memiliki kualitas yang layak, dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Hingga berita ini disusun, pihak DBMSDA Kabupaten Tangerang masih perlu memberikan penjelasan terkait hasil pengukuran ketebalan beton, keberadaan besi dowel, lapisan B0, serta mekanisme pengawasan terhadap sejumlah proyek betonisasi yang menjadi sorotan.
ifakta.co membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi DBMSDA, konsultan pengawas, maupun kontraktor terkait temuan tersebut.
(sib/lex)
