TANGERANG, ifakta.co – Sebanyak 27 pasien menjalani operasi bibir sumbing secara gratis di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial pelayanan kesehatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan medis operasi bibir sumbing, terutama anak-anak dan kelompok usia muda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan asesmen medis, sebanyak 27 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi. Mereka merupakan bagian dari 33 orang yang sebelumnya mendaftarkan diri sebagai calon penerima layanan.
Iklan
Para peserta berusia mulai dari 1 hingga 22 tahun. Selain berasal dari Kabupaten Tangerang, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain, seperti Bogor, Cilegon, Pandeglang dan Serang.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut ditinjau Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Kapolres, Direktur RSUD Balaraja serta Ketua MUI Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan seluruh pelayanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan tersebut diberikan tanpa biaya kepada masyarakat.
“Sesuai arahan Bapak Jamintel, seluruh layanan kesehatan dan tindakan operasi dalam kegiatan ini dilaksanakan tanpa membebankan biaya kepada masyarakat,” kata Maesyal.

Selain tindakan medis, RSUD Balaraja juga memberikan dukungan berupa asupan susu dan makanan bagi pasien serta keluarga yang mendampingi selama pelaksanaan kegiatan.
Maesyal mengatakan, peserta yang belum dapat menjalani operasi karena kondisi kesehatan akan mendapatkan penjadwalan kembali setelah dinyatakan siap secara medis.
Menurutnya, pelayanan kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan penanganan medis, dapat memperoleh akses layanan secara berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi bersama berbagai pihak, pelayanan kesehatan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Jamintel Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian sosial jajaran Kejaksaan.
Ia menyebut tindakan operasi bibir sumbing diharapkan dapat membantu pasien dalam aspek kesehatan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
“Penanganan medis ini sangat penting untuk mencegah potensi bullying dan mengembalikan rasa percaya diri anak-anak agar memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” kata Reda.
Salah satu orang tua pasien, Sena, mengaku bersyukur anaknya mendapatkan kesempatan menjalani operasi tanpa dipungut biaya.
“Saya sangat senang dan bersyukur anak saya bisa mengikuti operasi bibir sumbing gratis. Harapannya, kegiatan sosial seperti ini bisa terus dijalankan secara rutin agar masyarakat lainnya yang membutuhkan juga bisa terbantu,” ungkapnya.
(sib/lex)



