JAKARTA, ifakta.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan posisi Dadan Hindayana.

Pelantikan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa malam.

Nanik S. Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Sebelum menapaki karier di pemerintahan, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior yang memulai karirnya di Tabloid Bangkit, bagian dari kelompok media Kompas Gramedia.

Iklan

Berkat pengalaman panjangnya di dunia pers, Nanik telah mengembangkan keterampilan komunikasi publik yang sangat baik.

Masyarakat luas mulai mengenal Nanik ketika ia terlibat aktif mendukung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno

Seiring dengan pembentukan pemerintahan baru, ia melanjutkan kariernya di jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk periode 2024-2029, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024.

Pada bulan September 2025, dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Nanik dilantik kembali sebagai Wakil Kepala BGN di bidang komunikasi publik dan investigasi. Dalam kapasitas tersebut, ia bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menjadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Program MBG.

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan bahwa standar operasional prosedur (SOP) Program MBG dipatuhi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjamin kualitas gizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang merupakan kelompok rentan di Indonesia.

Berdasarkan informasi terbaru dari akun Instagram resmi @sidakbgn, Nanik telah mengunjungi beberapa SPPG di Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka evaluasi program.

Dalam kunjungan sebelumnya, Nanik mengidentifikasi berbagai pelanggaran, termasuk pelanggaran standar higienitas di dapur SPPG dan penataan yang tidak sesuai dengan pedoman teknis, yang berpotensi mengancam keamanan pangan.

Dalam upaya konsisten menegakkan aturan, Nanik telah memberlakukan penangguhan sementara terhadap SPPG yang gagal mematuhi SOP Program MBG. Selain itu, beliau mempertegas komitmennya kepada mitra SPPG untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi tenaga pengawas dan kepala SPPG, sebagai upaya menjaga kualitas program peningkatan gizi nasional.

Terbaru, dalam pernyataan yang diunggah pada tanggal 31 Mei, Nanik mengungkapkan bahwa 2.213 SPPG masih dalam status penangguhan untuk perbaikan kualitas program. Penangguhan ini didasarkan pada umpan balik dari masyarakat, pejabat daerah, hasil inspeksi mendadak, serta monitoring kejadian-kejadian penting di lapangan.

Data menunjukkan, sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, terdapat 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, di mana 8.182 di antaranya pernah ditangguhkan. Dari jumlah tersebut, 5.659 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi syarat, sementara 2.213 lainnya masih membutuhkan waktu untuk memperbaiki manajemen dan kondisi bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pelantikan sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kualitas gizi masyarakat Indonesia, demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan.

(tio/my)

Iklan