JAKARTA, ifakta.co – Pernah melihat orang rela membeli sebuah kotak tanpa mengetahui isi di dalamnya? Sekilas, kebiasaan itu memang terdengar tidak biasa. Namun, justru konsep tersebut menjadi daya tarik utama dari fenomena blind box yang kini semakin populer, terutama di kalangan Generasi Z.

Mulai dari figur koleksi seperti Pop Mart, Sonny Angel, hingga berbagai merchandise edisi terbatas, semuanya menawarkan pengalaman yang sama. Pembeli baru mengetahui isi kotak setelah kemasannya terbuka. Akibatnya, rasa penasaran berubah menjadi alasan utama seseorang melakukan pembelian.

Popularitas blind box pun terus meningkat. Selain mudah ditemukan di pusat perbelanjaan dan toko koleksi, produk ini juga ramai menghiasi media sosial. Video unboxing, ulasan kolektor, hingga proses berburu karakter langka membuat tren tersebut semakin menarik perhatian.

Iklan

Lantas, mengapa banyak orang tertarik membeli barang yang isinya tidak pasti?

Sensasi Kejutan Jadi Daya Tarik Utama

Bagi banyak kolektor, nilai blind box tidak hanya terletak pada figur yang diperoleh. Sebaliknya, pengalaman membuka kotak justru menjadi bagian paling dinanti.

Saat memilih satu kotak, muncul berbagai pertanyaan. Apakah karakter favorit akan muncul? Atau justru memperoleh edisi langka yang sulit ditemukan?

Rasa penasaran itu menciptakan sensasi tersendiri. Bahkan, kegembiraan sering kali sudah muncul sebelum kotak berhasil dibuka.

Dalam dunia psikologi konsumen, kondisi tersebut berkaitan dengan dopamine anticipation, yaitu rasa senang yang muncul ketika seseorang menantikan hadiah atau hasil yang belum diketahui. Karena itu, pengalaman membeli terasa sama menyenangkannya dengan memperoleh produk itu sendiri.

Selain itu, unsur kejutan membuat setiap pembelian terasa berbeda. Walaupun produknya serupa, hasil yang diterima selalu menghadirkan kemungkinan baru.

Media Sosial Membuat Blind Box Semakin Viral

Di sisi lain, media sosial ikut mempercepat popularitas blind box.

Konten unboxing memiliki hampir semua unsur yang disukai pengguna internet. Ada rasa penasaran, ekspresi spontan, visual menarik, hingga hasil yang tidak dapat ditebak.

Penonton ikut merasakan ketegangan saat kreator membuka kemasan. Bahkan, banyak orang merasa puas hanya dengan menyaksikan proses tersebut tanpa ikut membeli.

Tak heran jika video unboxing terus bermunculan di berbagai platform. Semakin banyak konten beredar, semakin besar pula rasa ingin tahu calon pembeli.

Selain itu, unggahan koleksi figur juga memicu interaksi antarpenggemar. Mereka saling menunjukkan koleksi, berbagi informasi karakter langka, hingga bertukar figur agar koleksi menjadi lebih lengkap.

Bukan Hanya Koleksi, tetapi Bagian dari Identitas

Blind box juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.

Sebagian kolektor menganggap figur yang dimiliki sebagai bentuk ekspresi diri. Koleksi tertentu mampu mencerminkan selera, karakter, bahkan komunitas yang mereka ikuti.

Karena itu, figur koleksi tidak lagi sekadar pajangan. Banyak orang sengaja menata koleksi mereka, lalu membagikannya melalui media sosial.

Aktivitas tersebut membuat pengalaman mengoleksi terasa lebih bermakna. Selain menikmati produknya, mereka juga memperoleh kesempatan berinteraksi dengan sesama kolektor.

Bahkan, jika mendapatkan karakter ganda, sebagian orang memilih bertukar dengan kolektor lain daripada kembali membeli dari awal.

Mengapa Banyak Orang Terus Membeli?

Konsep blind box memanfaatkan ketidakpastian sebagai daya tarik.

Ketika karakter favorit belum berhasil diperoleh, sebagian pembeli memutuskan membeli lagi. Mereka berharap kotak berikutnya berisi figur yang selama ini diincar.

Lama-kelamaan, keputusan membeli tidak lagi semata-mata karena membutuhkan barang tersebut. Sebaliknya, dorongan untuk merasakan sensasi kejutan ikut memengaruhi perilaku belanja.

Strategi seperti ini sebenarnya juga muncul pada mystery box, lucky draw, maupun produk edisi terbatas. Ketiganya sama-sama menawarkan pengalaman yang sulit diprediksi sehingga mampu mempertahankan rasa penasaran konsumen.

Perlu Tetap Bijak Saat Mengikuti Tren

Meski menawarkan pengalaman yang menyenangkan, tren blind box tetap perlu disikapi secara bijak.

Apabila pembelian dilakukan hanya demi mengejar sensasi atau karakter tertentu, kebiasaan tersebut berpotensi mendorong perilaku konsumtif. Apalagi jika seseorang terus membeli tanpa mempertimbangkan kebutuhan maupun kondisi keuangan.

Karena itu, penting untuk menetapkan batas pengeluaran sebelum mulai mengoleksi blind box. Dengan cara tersebut, hobi tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu kondisi finansial.

Pada akhirnya, popularitas blind box menunjukkan bahwa perilaku konsumen modern tidak selalu dipengaruhi fungsi sebuah produk. Pengalaman, emosi, dan rasa penasaran justru sering menjadi alasan utama seseorang mengambil keputusan membeli. Inilah yang membuat tren blind box masih bertahan dan terus menarik perhatian, khususnya di kalangan Gen Z.

(naf/lex)

Iklan