JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (28/9/2026) dengan tekanan. IHSG turun 55 poin atau 0,96 persen ke level 6.183.

Pelemahan IHSG terjadi bersamaan dengan mulai diterapkannya harga minimum saham sebesar Rp1. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar saham domestik berada di bawah tekanan pada awal perdagangan.

Penurunan IHSG juga berbanding terbalik dengan pergerakan pasar saham dunia yang cenderung menguat pada pagi hari.

Iklan

Di pasar domestik, mayoritas sektor saham mengalami pelemahan. Tekanan terlihat pada sektor konsumer primer, keuangan, industri, material dasar, teknologi, dan infrastruktur.

Sementara itu, sektor energi dan transportasi masih mampu mencatat kenaikan tipis di tengah pelemahan IHSG.

Sejumlah saham justru bergerak menguat cukup signifikan ketika indeks utama berada di zona merah. Saham VIVA melonjak 33,33 persen menjadi Rp48. Kemudian, saham SEMA naik 25 persen ke level Rp330.

Saham BAPI juga menguat 26,09 persen menjadi Rp29. Sebaliknya, saham GOTO mengalami tekanan besar hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) di level Rp43.

Tekanan terhadap IHSG melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sepanjang perdagangan pekan sebelumnya. Pada akhir pekan lalu, IHSG tercatat turun 199,26 poin atau 3,09 persen hingga berada di posisi 6.241.

Penurunan tersebut turut mengurangi kapitalisasi pasar saham sekitar Rp361 triliun. Pada periode yang sama, investor juga mencatatkan aksi jual bersih atau net sell saham senilai Rp3,15 triliun.

Pelemahan IHSG pada pekan lalu ikut dipengaruhi penurunan sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar. Saham BYAN turun 12,48 persen, BBRI melemah 4,83 persen, BMRI turun 4,23 persen, TLKM terkoreksi 5,86 persen, sedangkan BRMS anjlok 8,33 persen.

Selain saham berkapitalisasi besar, tekanan juga terjadi hampir di seluruh sektor pasar saham. Sektor industri menjadi kelompok yang mengalami penurunan terbesar dengan koreksi 5,48 persen.

Sektor infrastruktur menyusul dengan penurunan 4,10 persen. Kemudian, sektor teknologi melemah 3,96 persen dan sektor konsumer nonprimer turun 3,50 persen.

Sementara itu, sektor keuangan juga mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 2,41 persen.

Pergerakan tersebut menjadi gambaran awal perdagangan IHSG pada Senin (28/9/2026), ketika mayoritas sektor saham berada di zona merah meski sejumlah saham individu masih mencatatkan penguatan.

(den/joj)

Iklan