YOGYAKARTA, ifakta.co – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kampus tersebut kini memperkuat kolaborasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui pengelolaan Gedung Institute for Future Life (IFL) serta pengembangan kawasan Wanagama Nusantara.

Langkah itu menunjukkan komitmen UGM untuk menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang mendukung pembangunan ibu kota baru.

Iklan

Selain itu, kerja sama tersebut juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan pembangunan yang berkelanjutan.

Kolaborasi itu mengemuka dalam audiensi antara Kepala OIKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., dan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., di Kantor OIKN. Pada kesempatan yang sama, OIKN menyerahkan pengelolaan Gedung IFL kepada UGM.

Kedua lembaga juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Selain itu, mereka membahas rencana penyelenggaraan program pascasarjana UGM di kawasan IKN.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan Gedung IFL akan menjadi pusat berbagai aktivitas akademik. UGM akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk pendidikan, penelitian, diskusi ilmiah, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat peran UGM dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan IKN,” kata Rektor seperti dalam Laman UGM, Senin (8/6).

Gedung IFL Dukung Pengembangan Pascasarjana

UGM juga menyiapkan Gedung IFL sebagai pusat pengembangan program pascasarjana di Nusantara. Melalui program tersebut, kampus ingin membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih kuat sekaligus memperluas kegiatan riset di ibu kota baru.

Selain itu, UGM berharap program tersebut mampu melahirkan talenta dan pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan akademik serta wawasan pembangunan berkelanjutan.

Dalam audiensi itu, UGM dan OIKN juga membahas sejumlah peluang kolaborasi lain. Pembahasan tersebut meliputi pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Ova Emilia, sinergi tersebut akan memberikan fondasi yang kuat bagi pembangunan IKN.

“Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Nusantara,” ujarnya.

Dukung Konsep Smart Forest City

UGM menilai pembangunan ibu kota baru membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan inovasi. Karena itu, kampus terus memperkuat perannya melalui berbagai program akademik dan riset.

Menurut Ova Emilia, kolaborasi dengan OIKN menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu mendukung konsep Smart Forest City.

“Kehadiran UGM di Nusantara sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ibu kota negara yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” terangnya.

Wanagama Nusantara Jadi Laboratorium Alam

Selain mengelola Gedung IFL, UGM juga mengembangkan Wanagama Nusantara yang berada di kawasan IKN. Kampus memanfaatkan kawasan tersebut sebagai laboratorium alam untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa dan peneliti dapat memanfaatkan kawasan itu untuk mengembangkan inovasi di bidang kehutanan, konservasi biodiversitas, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, kawasan tersebut juga akan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan ibu kota baru.

Melalui pengelolaan Wanagama Nusantara, UGM dan OIKN memperkuat komitmen bersama dalam membangun IKN yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak ingin menghadirkan kota yang berkembang melalui inovasi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan secara seimbang.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik.

Sebaliknya, pembangunan juga membutuhkan dukungan riset, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan ilmu pengetahuan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.

(naf/lex)

Iklan