CILACAP, ifakta.co – Kabupaten Cilacap mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Salah satu langkahnya adalah dengan membekali ribuan petugas lapangan dengan pelatihan khusus agar mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap menggelar Pelatihan Petugas Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 secara bertahap di sejumlah hotel. Sebanyak 2.077 petugas mengikuti kegiatan tersebut sebelum terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan.
Pelatihan gelombang III dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, di Hotel Azana Asia Cilacap, Senin (8/6).
Iklan
Dalam sambutannya, Annisa menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda statistik nasional yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Selain dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, sensus ini juga menjadi sumber data utama yang digunakan pemerintah untuk menyusun berbagai kebijakan ekonomi.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan perubahan struktur ekonomi membuat kebutuhan terhadap data yang akurat semakin penting. Karena itu, pemerintah perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berupaya menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Selain itu, sensus ini bertujuan memberikan gambaran mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” ujarnya.
Petugas Jadi Penentu Kualitas Data
Annisa menilai keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada kinerja petugas lapangan. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar memahami setiap tahapan pendataan secara menyeluruh.
Selain memahami konsep statistik, petugas juga perlu menguasai penggunaan aplikasi digital selama proses pendataan berlangsung.
“Tugas yang akan Saudara emban bukanlah sekadar mengisi kuesioner atau mengumpulkan data. Saudara adalah ujung tombak pembangunan statistik Indonesia. Di tangan Saudara terdapat amanah besar untuk menghadirkan data yang akurat dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pembangunan ekonomi.
Pendataan Secara Digital
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Cilacap, Suswandi, menjelaskan bahwa para petugas akan melakukan pendataan secara langsung ke perusahaan menengah dan rumah tangga usaha yang tersebar di seluruh wilayah Cilacap.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 akan memanfaatkan sistem digital secara penuh. Petugas akan menggunakan aplikasi khusus untuk mempercepat proses pengumpulan dan pengolahan data.
“Nanti para petugas ini akan mendata perusahaan-perusahaan menengah dan rumah tangga secara pintu ke pintu atau door to door. Diharapkan karena sensus kali ini menggunakan aplikasi, mudah-mudahan teman-teman petugas paham dan bisa menggunakan aplikasi ini,” jelas Suswandi.
Ribuan Petugas Turun ke Lapangan
Suswandi mengatakan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk Kabupaten Cilacap menjadi alasan utama BPS melibatkan ribuan petugas dalam kegiatan sensus kali ini.
Dari total 2.077 petugas yang diterjunkan, sebanyak 1.837 orang akan bertugas sebagai Petugas Pendata Lapangan (PPL). Sementara itu, 240 orang lainnya akan menjalankan tugas sebagai pengawas.
BPS membagi peserta ke dalam 77 kelas pelatihan. Selanjutnya, pelatihan berlangsung di lima lokasi berbeda, yaitu Hotel Azana Asia, Hotel Sindoro, Hotel NS, Hotel Dafam, dan Hotel Noola.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam empat gelombang sejak 2 Juni hingga 14 Juni 2026. Untuk mendukung proses pembelajaran, BPS menghadirkan 26 instruktur yang berasal dari berbagai tingkatan lembaga statistik.
Sebanyak 18 instruktur berasal dari BPS Kabupaten Cilacap. Kemudian dua instruktur berasal dari BPS Provinsi Jawa Tengah, sedangkan enam instruktur lainnya berasal dari BPS RI.
Setelah seluruh tahapan pelatihan selesai, para petugas akan mulai melakukan pendataan secara serentak pada 15 Juni 2026. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh data yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi daerah maupun nasional. Dengan demikian, pemerintah dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia usaha.
(naf/lex)



