CILACAP, ifakta.co – Musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Salah satu daerah yang merasakan dampaknya adalah Dusun Cimrutu, Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan. Dalam beberapa pekan terakhir, warga menghadapi kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari karena debit sumber air terus menurun.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap turun langsung ke lokasi. Selain memantau kondisi lapangan, BPBD juga menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hasil asesmen menunjukkan kekeringan telah memengaruhi ratusan warga di wilayah tersebut.
Iklan
Menurutnya, penurunan debit sumber air membuat pasokan yang selama ini dimanfaatkan warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga secara normal.
“Debit sumber air yang digunakan warga mengalami penurunan sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Karena itu kami melakukan pendistribusian bantuan air bersih,” kata Taryo, Kamis (25/6).
Data BPBD mencatat kekeringan di Dusun Cimrutu berdampak pada 235 kepala keluarga atau sekitar 388 jiwa. Mereka mengandalkan sumber air yang kini mengalami penyusutan akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga harus mencari sumber air alternatif yang lokasinya lebih jauh dari permukiman. Situasi ini tentu menambah beban masyarakat karena mereka membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak untuk memperoleh air bersih.
Sebagai langkah darurat, BPBD menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada warga terdampak.
Petugas mendistribusikan bantuan tersebut ke dua titik utama, yakni di RT 01 RW 03 dan RT 04 RW 03 Dusun Cimrutu. Melalui distribusi itu, BPBD berharap kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sambil menunggu kondisi sumber air kembali membaik.
Selain menyalurkan bantuan, BPBD juga terus berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
BPBD Siapkan Bantuan Lanjutan Jika Kekeringan Berlanjut
BPBD Kabupaten Cilacap tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan awal. Di sisi lain, petugas juga terus mengawasi kondisi sumber air yang menjadi andalan warga Desa Cimrutu.
Pemantauan tersebut penting karena musim kemarau masih berlangsung. Apabila debit air terus menurun, jumlah warga terdampak berpotensi bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Taryo menjelaskan hingga saat ini kondisi kekeringan belum menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian. Meski demikian, masyarakat mulai merasakan dampak nyata terhadap aktivitas sehari-hari.
“Warga mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagian harus mengambil air dari lokasi yang lebih jauh,” ujarnya.
Karena itu, BPBD menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi. Salah satunya dengan menyiagakan bantuan air bersih tambahan apabila kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan.
Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. Langkah tersebut penting agar warga yang paling membutuhkan dapat memperoleh pasokan air bersih secara merata.
Di tengah ancaman kekeringan, BPBD mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air. Penghematan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.
Petugas juga mengimbau warga memanfaatkan cadangan air yang tersedia secara efisien dan menghindari penggunaan yang tidak mendesak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan air yang tersedia sebaik mungkin selama musim kemarau,” kata Taryo.
BPBD memperkirakan potensi kekeringan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah lain apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. Karena itu, pemantauan dan kesiapsiagaan terus menjadi fokus utama selama beberapa bulan ke depan.
Sementara itu, masyarakat berharap pasokan air bersih tetap tersedia hingga musim hujan tiba. Mereka juga berharap bantuan dapat terus mengalir apabila kondisi kekeringan semakin meluas di wilayah Desa Cimrutu dan sekitarnya.
(naf/lex)



