JAKARTA, ifakta.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat dengan pergerakan terbatas. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto serta arah kebijakan pemerintah dalam RAPBN 2027.

Pada awal perdagangan, IHSG Bursa Efek Indonesia melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59.

Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga bergerak turun. Indeks tersebut melemah 0,54 poin atau 0,09 persen ke level 626,62.

Iklan

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG akan bergerak sideways sepanjang perdagangan Jumat.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,” ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Pergerakan IHSG hari ini turut dipengaruhi sejumlah agenda penting dari dalam negeri. Salah satu yang menjadi perhatian utama investor adalah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026.

Selain itu, pasar juga menantikan Penyampaian Pengantar atau Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.

Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati sejumlah indikator penting yang disampaikan pemerintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2027.

Investor akan melihat target pertumbuhan ekonomi, besaran defisit anggaran, asumsi nilai tukar rupiah, hingga strategi pembiayaan pemerintah.

Selain itu, arah program pemerintah yang berpotensi mendorong konsumsi dan investasi juga menjadi perhatian pasar.

Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terbagi dalam delapan klaster utama.

Program tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta program penurunan kemiskinan.

Arah kebijakan tersebut dinilai penting karena dapat memberikan gambaran mengenai fokus belanja dan strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang.

Sementara dari pasar global, investor juga mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.

Data Consumer Price Index atau CPI Amerika Serikat periode Juli 2026 tercatat berada pada level 3,4 persen secara tahunan atau year on year.

Di sisi lain, core CPI Amerika Serikat turun menjadi 2,5 persen secara tahunan.

Perhatian pasar juga tertuju pada data Producer Price Index atau PPI Amerika Serikat. Indeks tersebut tercatat stagnan pada Juli 2026.

Sebelumnya, PPI mengalami deflasi sebesar 0,1 persen secara bulanan pada Juni 2026. Sementara itu, angka stagnan pada Juli berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 0,2 persen secara bulanan.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih berlangsung terbatas. Investor akan terus mencermati kebijakan fiskal pemerintah, arah RAPBN 2027, serta perkembangan indikator ekonomi global untuk menentukan langkah investasi selanjutnya.

(den/jo)

Iklan