JAKARTA,IFAKTA.CO – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi susu. Angka konsumsinya baru mencapai 16,27 kg/kapita/tahun. Jumlah ini jauh lebih rendah daripada negara-negara lain di Asia Tenggara.
Remaja, khususnya mahasiswa, menjadi kelompok yang paling jarang minum susu. Harga yang relatif mahal dan variasi rasa yang membosankan membuat mahasiswa enggan memilih susu sebagai menu nutrisi harian mereka.
Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa peternakan IPB University menciptakan solusi kreatif. Mereka ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa minuman sehat itu membosankan melalui merek Susu Moonyonyo.
Iklan
Chief Executive Officer (CEO) Susu Moonyonyo, Faiq Ayyasy Nafis, menjelaskan bahwa timnya mengolah susu sapi segar yang bergizi dengan harga ramah kantong. Susu Moonyonyo memadukan nutrisi susu murni dengan varian rasa kekinian yang disukai mahasiswa.
“Susu Moonyonyo merupakan inovasi produk hasil olahan ternak. Kami membuat susu bergizi tinggi dengan harga terjangkau yang sesuai dengan kantong mahasiswa,” ujar Faiq, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Ternak IPB University, dalam siaran persnya pada Selasa (19/5/2026).
Meskipun harganya murah, mereka tetap mengutamakan kualitas. Tim mahasiswa mengambil bahan baku susu segar langsung dari kandang Fakultas Peternakan IPB University. Mereka kemudian mengolah susu tersebut secara mandiri menggunakan metode pasteurisasi.
“Kami mempasteurisasi dan mengolah sendiri susu segar ini, lalu menambahkan inovasi rasa. Saat ini, pelanggan bisa menikmati varian plain, cokelat, dan choco and cookies dalam kemasan cup 200 ml. Kami menjual varian original seharga Rp8.000, sedangkan varian rasa seharga Rp9.000,” kata Nur Afni Damayanti, Chief Marketing Officer (CMO) Susu Moonyonyo.
Susu Moonyonyo lahir dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (Himaproter) IPB University yang sudah berjalan selama dua tahun. Kini, mereka juga mengikutsertakan usaha ini dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026.
(fa/fza)




