JAKARTA, ifakta.co – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP1-UNJ) menggelar coaching clinic penyusunan skema sertifikasi baru.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus relevansi sertifikasi profesi di lingkungan kampus.

Selain itu, LSPP1-UNJ menyelenggarakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari proses evaluasi skema sebelumnya. Oleh karena itu, panitia menghadirkan pendampingan intensif bagi dosen dari berbagai fakultas yang terlibat dalam penyusunan skema.

Iklan

Pendampingan Terarah dan Fleksibel

Panitia menggelar kegiatan selama empat hari, yakni 27–30 April 2026, di Sekretariat LSPP1-UNJ, Gedung Ki Hadjar Dewantara Lantai 5. Sementara itu, peserta dapat memilih jadwal kehadiran sesuai kebutuhan agar proses pendampingan berjalan lebih efektif.

Melalui pendekatan coaching clinic, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga langsung menyusun dan menyempurnakan skema sertifikasi. Dengan demikian, setiap skema dapat memenuhi standar yang berlaku sekaligus lebih aplikatif.

Selain itu, para dosen mengembangkan berbagai skema dari beragam bidang, mulai dari teknik, bahasa, seni, pendidikan, hingga sosial humaniora. Keragaman ini menunjukkan komitmen lintas disiplin dalam memperkuat sistem sertifikasi profesi.

Kolaborasi Dosen dan Kebutuhan Industri

Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antardosen. Mereka saling bertukar pengalaman dan perspektif untuk menghasilkan skema yang lebih matang.

Selanjutnya, peserta memastikan setiap skema terhubung dengan capaian pembelajaran lulusan. Bahkan, mereka juga menyesuaikan skema dengan kebutuhan dunia kerja agar hasilnya benar-benar relevan.

Dorong Sistem Sertifikasi yang Terintegrasi

Ketua Dewan Pelaksana LSPP1-UNJ, Alsuhendra, menegaskan pentingnya penguatan sistem sertifikasi secara menyeluruh.

“Kesiapan kelembagaan perlu dipandang secara menyeluruh, tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia serta integrasi sistem sertifikasi dengan proses pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja. Pendekatan ini menjadi kunci agar sertifikasi tidak berjalan secara terpisah, melainkan terintegrasi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi,” ujarnya.

Tingkatkan Daya Saing Lulusan

Melalui kegiatan ini, LSPP1-UNJ menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem sertifikasi yang berkualitas. Selain itu, pendampingan yang terstruktur mendorong lahirnya skema yang adaptif dan memiliki daya guna tinggi.

Dengan demikian, UNJ berharap pengembangan sertifikasi berjalan lebih sistematis dan terstandar. Pada akhirnya, langkah ini akan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

(naf/kho)